Kaget, Nasabah BNI Adukan Saldo Berkurang Rp 20 Juta

By

Nasabah BNI, Jafar Siddiq menunjukkan surat laporan polisi plus rekening buku tabungannya saat ditemui di Entrop, Kamis (12/5).(FOTO: Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Seorang nasabah BNI  di Jayapura bernama Jafar Siddiq tiba-tiba dipusingkan dengan berkurangnya uang yang ada di dalam rekening tabungannya. Angkanya senilai Rp 20 juta raib dan hingga kemarin ia belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.

   Dengan berkurangnya uang Rp 20 juta ini, sempat membuat ia kelimpungan saat berada di Jakarta. Pasalnya uang tersebut rencana akan digunakan untuk keperluan mudik ke Medan. Ia berharap  uang tabungannya ini bisa kembali dan dibantu oleh pihak bank. 

  Dari ceritanya kepada Cenderawasih Pos dikatakan awalnya sehari sebelum ia ke Jakarta dirinya masih sempat melakukan penarikan uang di Bank BNI Entrop tanggal 29 April sekira pukul 21.00 WIT. Dan ketika itu, kata Jafar, saldonya masih utuh. Lalu pada esoknya iapun berangkat menuju Medan dengan transit lebih dulu di Jakarta. Disinilah ia mengaku baru tahu jika saldonya berkurang Rp 20 juta. 

  “Tanggal 30 April sekitar jam 18.00 WIT  saya baru tahu saat mengecek M Banking ternyata uang saya hilang Rp 20 juta, padahal saya sama sekali tidak melakukan transaksi,” imbuhnya saat ditemui di Entrop, Kamis (12/5). 

 Namun setelah ditelusuri dikatakan dari rekening koran terlihat ada transaksi pengiriman uang (Transfer) kepada Fitria Lestari Handayani yang waktu transfernya dilakukan pukul 03.13 WIB dini hari di Jakarta.  “Saya sendiri tidak kenal siapa Fitria dan tidak pernah memberikan PIN ataupun password apa – apa kepada orang lain,” jawabnya.

   Iapun sempat menghubungi beberapa rekannya untuk membantu biaya, karena uang Rp 20 juta ini satu – satunya yang diandalkan untuk pulang. Jafar mengaku sempat melapor ke polisi di Jakarta namun tidak ditindaklanjuti. 

 “Akhirnya  2 Mei lalu, saya sampai ke Medan dan sempat melapor ke polisi di Jakarta, tapi disuruh meminta rekening koran hingga pada 9 Mei saya kembali ke Papua dan kemudian membuat laporan Polresta,” tambahnya.

    Sebelumnya Jafar melapor ke BNI Entrop, namun karena ia baru sebulan di Jayapura akhirnya ia melapor ke BNI Jayapura di Jl Ahmad Yani. Di sini ia diminta untuk melapor ke Polisi khususnya yang berkaitan dengan cyber. “Tapi saya belum sempat membuat laporan di cyber Polda Papua dan saya melapor ke BNI Pusat di Jayapura. Saya sudah menceritakan semuanya dan dikatakan akan dihubungi dalam kurun waktu 20 hari kerja sambil menunggu konfirmasi dari pihak bank,” akunya. 

 Meski merasa sempat dipingpong dan tidak mendapat jawaban yang memuaskan, namun Jafar masih berharap uangnya bisa kembali. “Saya cuma khawatir jika saya korban skimming,” tutupnya. 

  Terkait ini, Pimpinan Wilayah BNI Jayapura, Ariyanto menyampaikan empat poin yakni pertama BNI memiliki protokol pengamanan data dan konsisten menjaga kerahasiaan data nasabah sesuai dengan aturan regulator dan otoritas perbankan. Protokol tersebut merupakan bagian dari langkah-langkah perlindungan bagi nasabah, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan saat nasabah melakukan transaksi di BNI.

   Kedua, pihak bank selalu mengimbau agar nasabah dan masyarakat mewaspadai berbagai modus penipuan. “Kami juga mengimbau nasabah untuk menjaga data-data pribadi dengan baik, seperti PIN, OTP, alamat email, nomor telepon genggam, password, dan kode 3 nomor dibelakang kartu (debit/ kredit) atau CVV (Card Verification Value),” tulis Ariyanto tadi malam.   

   Ketiga untuk meningkatkan security, menyesuaikan device software, serta meningkatkan kenyamanan bertransaksi, pihak BNI mengimbau nasabah untuk melakukan update mobile banking BNI versi terbaru yakni 5.7.1 pada Apps Store maupun Play Store.

 “Dan terakhir bila ada nasabah yang mengalami kendala update versi terbaru atau permasalahan lainnya,  maka bisa langsung menghubungi Call Center BNI 1500046 atau cabang BNI terdekat,” tutup Ariyanto. (ade/tri) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: