Kantor Kelurahan Ilokoma Dipalang Warga

By

Kondisi Kantor Kelurahan Ilokoma, Distrik Wesaput, Kabupaten  Jayawjaya yang dipalang oleh warga setempat, Minggu malam, (23/1). (FOTO: Denny/ Cepos) 

WAMENA— Kantor Kelurahan Ilokama, Distrik Wesaput, Kabupaten  Jayawijaya dipalang oleh warga setempat. Alasan pemalangan ini belum diketahui. 

Kepala Distrik Wesaput, Laurens Lagoan menyatakan, pemalangan Kantor Lurah Ilokama, Distrik Wesaput ini dilakukan sekelompok warga lantaran masalah pelantikan pejabat kelurahan oleh Pemkab Jayawijaya.

“Kemarin itu pak bupati lantik Lurah Ilokama atas nama Andi Lagoan,  setelah pelantikan tidak ada reaksi, namun setelah saya lakukan serah terima jabatan karena dulunya kosong dan saya ditunjuk jadi Plt, minggu malam baru ada pemalangan,”ungkapnya, Senin (24/1), kemarin.

Laurens telah memanggil Lurah Ilokama dan meminta kepadanya untuk melakukan pengecekan, siapa yang melakukan pemalangan tersebut,  sehingga pihaknya akan membuat surat pemanggilan kepada warga yang melakukan pemalangan itu untuk menanyakan alasan mereka melakukan pemalangan.

“Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan kepala BKD guna menyelesaikan masalah ini, kalau ini berhubungan dengan pelantikan maka kita akan klarifikasi ,”bebernya.

Ia menyatakan klarifikasi ini penting dilakukan agar mereka tahu bahwa jika menunjuk pejabat itu memang perlu pertimbangan, tidak bisa pak bupati asal tunjuk orang saja, memang sebelum pelantikan, Pemkab meminta kepala Distrik Wesaput mengusulkan, tapi pasca dilantik, beda dari apa yang diusulkan.

“Memang ada syarat yang harus dipenuhi oleh ASN seperti golongan atau kepangkatan, itu harus memenuhi syarat untuk duduk pada satu jabatan tertentu,”jelasnya.

Secara terpisah, Sekda Jayawijaya, Thony M Mayor saat dikonfirmasi menyatakan, masalah pemalangan Kantor Kelurahan Ilokama, Distrik Wesaput, sudah dilakukan rapat dengan kepala distrik dan lurah, mereka sudah menyampaikan masalah itu. 

Sekda meminta harus duduk sama -sama untuk membicarakan masalah ini agar bisa mengetahui masalahnya, kalau memang itu masalah tanah maka tetap harus duduk bersama untuk membicarakan masalah, mencari solusi bersama dengan masyarakat.

“ Pemerintah tidak ingin pelayanan kepada masyarakat terganggu dengan adanya aksi pemalangan, ini harus dibicarakan secara baik agar ada solusi yang tepat, sebab kalau pemalangan ini dibiarkan terus, nanti pelayanan kepada masyarkat tidak jalan,”tutupnya. (jo/tho)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: