Beranda OLAHRAGA Kapolda: Perlakukanlah Mereka Sebagai Sosok Polisi

Kapolda: Perlakukanlah Mereka Sebagai Sosok Polisi

0
Kapolda Papua saat merangkul salah satu anak Papua dalam acara penutupan dasar Bhayangkara Siswa SPN Polda Papua di Aula Elsama Numbery SPN Polda Papua, Jumat (4/10). ( FOTO : Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw meminta kepada para orang tua untuk memperlakukan anak mereka yang saat ini sedang mengikuti Pendidikan SPN di Polda Papua sebagai sosok Polisi.

Hal itu disampaikan Kapolda Papua dalam acara Family Ghatering dalam rangka penutupan dasar Bhayangkara Siswa SPN Polda Papua di Aula Elsama Numbery SPN Polda Papua, Jumat (4/10). “Saya minta tolong kepada para orang tua, perlakukanlah mereka sebagai sosok Polisi jangan lagi memanjakan mereka, harus merubah sikap sifat anak-anaknya,” ucap Kapolda.

 Dikatakan, kita semua memiliki tugas besar dan berat karena harus bersama-sama menangani berbagai persoalan yang mengguncangkan negara ini. Karena persoalan kali ini konflik sosial yang terjadi, tidak seperti yang sebelumnya, karena saat ini situasinya sangat berubah. “Untuk saat ini situasi sudah kembali kondusif dan aman terkendali,” ungkapnya.

 Kapolda mengaku keberhasilan siswa mengikuti dasar Bhayangkara tak terlepas dari dukungan orang tua. Sehingga itu, dirinya mengingatkan kepada anak-anak untuk menjaga kesehatan dengan tidak makan sembarangan. Karena selama mengikuti kegiatan di SPN semuanya diatur. “Merubah meandset, arahan dan kultur menjadi lebih baik oleh pembimbing yang ada di SPN,” ucapnya.

Kapolda berpesan agar terus jaga sikap yang baik dan dapat dilantik menjadi anggota polisi. “ Ada 1 orang yang sudah dikeluarkan karena melanggar dan harus diproses sesuai aturan yang berlaku,” akunya.

 Menurut Kapolda, saat dirinya bertugas di Lemdiklat Polri ia ditugaskan untuk membuat biro penjamin modul bagaimana agar pendidikan Polri dapat diakui secara nasional, akademi kepolisian masuk dalam kategori pendidikan tinggi. “Kita memadukan dengan dikti, dan kedepan pendidikan bintara juga dapat diakui dikti (D3) ini yang kita pikirkan,” pungkasnya. (fia/wen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here