Kapolres Marpaung: Tidak boleh Ada Peluru Tajam dan Karet!

By
Apel  yang digelar Polres Merauke  dalam rangka pengamanan pelantikan  Presiden dan  Anggota DPRD Kabupaten Merauke  periode 2019-2024 di halaman Mapolres Merauke, Sabtu  (19/10)  ( FOTO : Sulo/Cepos )

Polres Kerahkan 700 Personel  Amankan Pelantikan  DPRD Merauke 

MERAUKE-Kepolisian  Resor Merauke menurunkan  sedikitnya 700  personel   untuk mengamankan   pelantikan  anggota DPRD  Kabupaten Merauke  periode 2019-2024 yang akan berlangsung Senin (21/10), hari ini

  Kapolres   Merauke  AKBP Bahara Marpaung, SH mengungkapkan bahwa 700   personel yang diturunkan  untuk mengamankan  pelantikan  anggota DPRD Kabupaten Merauke ini  terdiri dari  TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI  Angkatan Udara, Brimob baik   dari Batalyon Kompi Merauke maupun 100 personel BKO  dari Polda Riau  dan  personel  Polres Merauke. 

  “Jadi   untuk pengamanan  pelantikan Presiden dan angggota  DPRD   Kabupaten Merauke   kita turunkan 700 personel,’’ kata Kapolres   AKBP Bahara  Marpaung seusai menggelar apel   pengamanan  pelantikan  Presiden  dan anggota DPRD Kabupaten Merauke   tersebut, Sabtu  (19/10).

    Kendati    pelantikan   ini akan berlangsung aman  dan lancar,    namun Kapolres Bahara Marpaung didampingi Dandim  1707/ Merauke  Letkol Inf. Eka  Ganta  Chandra, SIP  mengingatkan seluruh personel  agar mengedepankan  pendekatan persuasif.  ‘’Kita melaksanakan  langkah persuasif dengan maksud dan tujuan   agar keseluruhan rangkaian   pelantikan tersebut berjalan dengan aman, lancar dan tertib. Karenanya, kita mengedepankan langkah-langkah yang humanis, dialogis dan komunikatif,’’ terangnya. 

   Kapolres juga      mengingatkan, apabila  dalam pelaksanaan  tugas tersebut mengalami kendala atau hambatan di lapangan, maka   segera menginformasikan kepada  yang  lebih tua  dimana  setiap personel tersebut  diploting. 

    ‘’Laksanakan tugas   ini dengan ikhlas dan tulus. Tidak kalah  pentingnya adalah menjaga kesehatan kita. Jaga kesehatan masing-masing,’’ terangnya. 

   Perwira menengah dengan 2  melati  di pundaknya  tersebut menegaskan bahwa tidak diperkenankan  menggunakan   peluru tajam maupun karet. “Karena  yang diamankan   ini adalah saudara-saudara kita.  Sesuai SOP yang ada menggunakan peralatan   kita    yang diawali mengunakan tangan kosong, tongkat  kemudian  peralatan dalmas  selanjutnya  ralas licin.   Tapi  untuk penggunaan  ralas   itu menunggu   perintah dari  Kapolres.   Sekali lagi kepada rekan-rekan, tolong    bahwa yang kita amankan ini adalah saudara-saudara   kita. jadi kita tetap   persuasif dan diharapkan  selama menjalankan pengamanan ini berlangsung aman dan kondusif seperti yang   kita alami dan rasakan selama ini,’’ pungkasnya. (ulo/tri)    

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: