Kasus Pengrusakan Kios ASN Mamteng Dimediasi

By
AKP Suheriadi ( FOTO : Denny/ Cepos )

WAMENA-Kasus pengrusakan rumah ASN di Jalan Hom-Hom beberapa waktu lalu hingga saat ini sedang dalam mediasi antara dua suku yang melibatkan LMA Jayawijaya dan Ketua IKT Jayawijaya. Pasalnya kedua kubu sama –sama merasa dirugikan dengan apa yang masalah yang terjadi, dan sampai saat ini kepolisian belum bisa membuktikan jika kasus kematian anak 7 tahun   karena keracunan.

  Kapolres Jayawijaya Melalui Kasat Reskrim AKP Suheriadi menyatakan   saat ini kedua pihak sudah dilakukan pemeriksaan, dimana dari korban yang melakukan pengerusakan juga mengakui hal itu sebagai spontanitas karena merasa emosi keluarganya meninggal usai mengkonsumsi makanan yang dibeli dari kios milik ASN Pemda Mamteng itu.

  “Sampai sekarang kita belum bisa membuktikan kalau meninggalnya bocah 7 tahun itu karena keracunan, karena sebenarnya kita harus lakukan outopsi di Jayapura untuk membuktikan itu, namun jenazah korban telah dikremasi (diabukan) pihak keluarga,”ungkapnya rabu (26/6) kemarin.

  Menurutnya, untuk sampel makanan juga belum bisa membuktikan kalau korban meninggal karena keracunan, sehingga perlu dilakukan pembuktian untuk mengetahui dengan pasti penyebab kematian korban itu, 

  “Kalau dari keterangan keluarga korban dari adat dan kebiasaan masyarakat tidak menginginkan jenazah untuk dilakukan pembedahan, sehingga kita juga kesulitan apalagi jenazah korban sudah dikremasi,”jelas Kasat reskrim.

   Sementara untuk kasus pengerusakan, kata Suheriadi pihaknya sudah melakukan panggilan kepada keluarga pelaku pengerusakan dan mereka memberikan keterangan jika itu spontanitas lantaran dipengaruhi rasa emosi setelah melihat keluarganya yang masih berusia 7 tahun itu meninggal dunia, sehingga kepolisian mencoba untuk melakukan mediasi.

   “Dalam kasus ini mempertemukan dua kebudayaan masyarakat yang berbeda yakni dari Toraja dan Jayawijaya,”katanya.

   Ia menambahkan jika dalam mediasi yang mempertemukan LMA Jayawijaya dan Ketua IKT itu, dari pihak keluarga pelaku yang melakukan pengerusakan menyatakan siap untuk mengganti kerugian yang ditimbulkan dari pengerusakan kios serta pembakaran kendaraan. Namun mereka juga meminta kepada pemilik kios untuk membayar kepala (denda adat pada korban yang meninggal).

  “Sejauh ini kita masih melakukan mediasi kepada kedua belah pihak dari korban pengerusakan kios dan kendaraan, serta masyarakat yang mengklaim jika kematian keluarganya itu disebabkan kerena keracunan makanan yang dibeli dari kios korban,”tambahnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: