Kebutuhan Oksigen Sangat Tinggi, Tempat Isi Ulang Oksigen Dijaga Polisi

By

Melonjaknya Kasus Covid dan Kebutuhan Oksigen di Kota Jayapura  

Pandemi Covid-19 Banyak Pasien Covid-19 di rawat di rumah sakit dan membutuhkan alat bantu Oksigen untuk bernafas. Lalu bagaimana stok oksigen di Kota Jayapura?

Laporan: Priyadi

Pasca Hari Raya Idul Fitri 2021 banyak warga kembali ke Papua  khususnya Wilayah Jayapura ada yang naik pesawat terbang maupun kapal laut milik Pelni. Dari situlah diduga banyak warga yang usai mudik lebaran di kampung halaman lalu kembali ke jayapura banyak yang terpapar Covid-19, hingga akhirnya kini sudah ada 1843 orang (data Satgas Covid Kota Jayapura, Jumat 30-7-2021) dirawat di Rumah sakit maupun tempat isolasi Terpadu di LPMP serta Isolasi Mandiri (Isoman) di rumah.

Rustan Saru menjelaskan,  kebutuhan oksigen di Rumah Sakit Kota Jayapura dalam 1 hari bisa mencapai 400 tabung oksigen dan untuk produksi isi ulang oksigen di Kota Jayapura belum bisa sampai 400 setiap harinya, akhirnya harus didatangkan dari luar tapi masalahnya perjalanan yang menjadi kendala karena dibutuhkan waktu cukup lama.

 Dengan demikian, setiap rumah sakit berjibaku dengan kurangnya stok oksigen maka harus benar-benar selektif pasien mana saja yang bisa didahulukan untuk diiberikan alat bantu pernapasan berupa oksigen. 

 Hal lainnya dalam menyikapi supaya oksigen benar-benar penyalurannya tepat sasaran dan tidak ada permainan harga atau sampai ada kekosongan oksigen,  hal ini tugas Pemerintah dan oihak kepolisian menjaga ketat tempat produksi oksigen di Jayapura dan Keerom untuk tidak lagi diperjualbelikan umum namun khusus rumah sakit saja. Dan kebutuhan oksigen untuk pasien Covid-19 jika benar-benar pernapasanya sesak sekali bisa dalam 1 hari dibutuhkan lebih dari 3 alat bantu oksigen tentu ini sangat menghawatirkan.

 “Pasien di rumah sakit kini banyak yang mengeluh sesak napas dan mereka bisa bernapas membutuhkan bantuan alat oksigen dan saat ini kebutuhan produksi oksigen belum bisa memenuhi jumlah pasien yang membutuhkan tentu ini sangat di khawatirkan sehingga harus ada pengiriman oksigen untuk memenuhi kebutahan pasien Covid-19 di jayapura,”ucapnya.

Sementara itu, penanggung jawab di CV Heluye Pemproduksi isi ulang oksigen di Entrop Rosela mengakui,  memang betul semenjak ada arus balik lebaran idul fitri 2021 banyak warga terpapar Corona, yang membuat kebutuhan oksigen untuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit wilayah Jayapura sangat meningkat tajam.  Kebutuhan oksigen isi ulang di jayapura belum bisa memenuhi permintaan rumah sakit yang 1 harinya bisa 400 tabung.

  Ditempatnya sendiri saat ini baru bisa memproduksi isi ulang oksigen hanya 100 tabung ini sudah kerja maksimal 1×24 jam, dan produksi isi ulang oksigen hanya bisa di distribusikan ke RS Dok II Jayapura maupun RS Dian Harapan Waena, jika memang ada rumah sakit lain yang membutuhkan secara mendesak seperti di Rumah Sakit Provita pihaknya juga layani yang penting untuk pasien yang dirawat di sana.

  Diakui, untuk menjaga supaya masyarakat atau pihak lain dari rumah sakit beli oksigen di tempatnya, selama ini tempatnya di jaga aparat kepolisian hal ini tentu untuk memastikan bahwa oksigen benar-benar digunakan untuk pasien di rumah sakit, selain itu tidak boleh dan walaupun banyak permintaan pihaknya tetap tidak menaikkan harga karena untuk sekali isi ulang oksigen dikenakan tarif Rp 325 ribu/tabung ukuran 60 kg, isi 200 Psi.

 Ros mengakui, sebelum ada pandemi Covid-19 ia juga datangkan  oksigen dari Surabaya, namun dengan kondisi saat ini kebutuhan oksigen juga banyak dibutuhkan di semua rumah sakit, sehingga pihaknya melakukan pengisian ulang sendiri agar lebih mudah dan cepat di distribusikan ke rumah sakit.

 Kata Ros, supaya mesin pemproduksi isi ulang oksigen tidak ada gangguan saat beroperasi 1×24 jam, ia telah datangkan mekanik dari jakarta untuk menservice mesin, sekaligus mengganti spartpart mana saja yang perlu diganti. Pasalnya, Papua  akan di lockdown kalau tidak segera datangkan mekanik jauh-jauh hari jika nanti ada kendala dan pada saat sudah diterapkan lockdown tentu akan merugikan banyak orang, apalagi ini masalah kesehatan dan keselamatan manusia.(*/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: