Beranda Merauke Hari Ini Keluhan Petani Soal Kebutuhan BBM Solar Terpenuhi

Keluhan Petani Soal Kebutuhan BBM Solar Terpenuhi

0

MERAUKE-   Apa yang menjadi keluhan  petani selama  terkait  dengan  ketersediaan bahan bakar, khususnya solar   untuk peralatan mesin pertanian  saat  turun sawah  selama ini  akhirnya dijawab oleh pemerintah dengan  diresmikannya  3 Sub Penyalur  BBM Satu Harga  di Merauke.  Peresmian    3 sub penyalur  ini dilakukan  oleh BPH Migas, di Distrik Kurik-Merauke, Rabu (16/10). 

   Asisten II Sekda Kabupaten Merauke Sunarjo, S.Sos    yang hadir  mewakili bupati  pada peresmian tersebut kepada wartawan mengungkapkan  bahwa  keberadaan  dari  sub penyalur  untuk  Bio Solar tersebut   adalah untuk memenuhi  kebutuhan para  petani yang selama ini   cukup sulit mendapatkan  BBM   untuk  peralatan mesin  pertanian  mereka. 

  “Itu untuk masyarakat di wilayah operasional  penyalur dan sub penyalur.  Sub penyalur itu usulan buttom up  dari masyarakat  lewat kepala kampung yang disinergikan dengan kita di Kabupaten  dalam hal ini Dinas Perindustrian   dan Perdagangan.    Yang kita resmikan itu adalah progress 2017    yang diusulkan   sebagai pilot project waktu itu   4 sub  penyalur  di Kampung Harapan Makmur, Kampung  Wonorjo,  Kampung Anumbob  dan Kampung Sumber mulia,’’ katanya. Namun untuk  Kampung Wonorjo sementara  masih  dipending dan hanya   3 sub penyalur yang diresmikan. 

   Menurutnya ,  masyarakat yang mendapat  BBM  subsidi   atau  Bio Solar tersebut adalah masyarakat yang sudah dilakukan   pendataan dan masuk dalam daftar npenerima. Misalnya, di Kampung Harapan Makmur ada  500 keluarga. Jika semua   keluarga tersebut masuk dalam daftar  maka dia  bisa membeli  bio Solar yang disediakan  tersebut. Tapi bila   dia tidak masuk  dalam daftar maka  yang bersangkutan tidak bisa  membeli   Bio Solar dari sub penyalur tersebut. 

‘’Didata berdasarkan kebutuhan yang  dimiliki. Kalau dia memiliki alsintan berupa  handtraktor, maka traktor  secara rasional  membutuhkan solar berapa liter,’’ jelasnya. 

 Ditambahkan, bahwa   BBM yang  dibeli  dari sub  penyalur tersebut   pakai habis. Artinya  tidak   boleh  melakukan penimbunan  apalagi  dijual.  ‘’Kalau ada yang jual lagi, itu ilegal,’’ katanya.  Karena itu dalam hal pengawasan di lapangan,  menurut dia, selain  dari  Pemerintah  dalam hal  ini Dinas   Perindustrian dan perdagangan  juga dari BPH Migas  dan  para petani itu sendiri, sehingga Solar subsidi  tersebut benar-benar tepat sasaran.  (ulo/tri)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here