Kelurahan Kamundu Sasaran Terakhir Penjualan Migor Satu Harga   

By

Masyarakat  Kelurahan Kamundu saat antri membeli minyak goreng satu harga yang dilakukan PT ACP kerja sama Disperindag Kabupaten Merauke, Jumat, (25/3). Penjualan Migor satu harga ini merupakan hari terakhir. (FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE–Kelurahan Kamundu, Distrik Merauke merupakan wilayah sasaran terakhir penjualan Minyak Goreng (Migor) satu harga yang dilakukan PT ACP kerja sama dengan Dinas Perindakop Kabupaten Merauke, Jumat (25/3).

Ratusan warga tampak  mengantri untuk membeli Migor tersebbut. Kendati pemerintah telah mencabut Harga Eceran Tertinggi (HET), namun PT ACP tetap menjual Migor tersebut Rp 14.000 perliternya.

Humas dari PT ACP Stefanus Mega Panda yang ditemui di sela-sela penjualan Migor tersebut  mengungkapkan, dari 100 ton minyak goreng yang didistribusikan untuk  Kabupaten Merauke, pendistribusian dilakukan untuk 11 kelurahan dan 2 distrik di Muting. ‘’Setiap  kelurahan dari 11 kelurahan di Merauke mendapatkan jatah 7000 liter atau 7 ton,’’katanya.

Dari penjualan pertama pada Kelurahan Mandala sampai Kamundu  tersebut, jelas Stefanus Mega bahwa ada yang jatahnya habis terjual, tapi ada juga yang jatahnya tidak habis. Seperti  Kelurahan Kamahedoga, dari 7 ton yang disiapkan, masih tersisa 125 jerigen, di mana setiap jerigennya berisi 25 liter.

‘’Teknisnya, masyarakat memperlihatkan kartu keluarga dan membawa KTP. Ada juga yang sudah didaftar di RT masing-masing. Biasanya itu yang kita layani dulu. Setelah itu selesai,  baru masyarakat yang ada di kelurahan bersangkutan  yang belum terdaftar,’’ katanya.

Masing-masing rumah tangga mendapatkan 5 liter Migor. Namun ada juga yang bisa terlayani 10-15 liter. Ditanya lebih lanjut, apakah masih ada penjualan Migor curah setelah 100 ton Migor ini  selesai dijual,  Stefanus Mega Panda mengaku, belum mengetahui. ‘’Itu  kembali ke manajemen, apakah masih ada atau tidak ada. Termasuk harganya nanti, apakah tetap atau naik,’’ pungkasnya.

Dari pantauan media ini, penjualanan Migor satu harga tersebut berjalan tertib. Ini karena masyarakat antri untuk mendapat giliran  yang dijaga dari kepolisian. (ulo/tho) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: