Kepala Kampung Yoboi Polisikan Kontraktor Nakal

By

Kawasan pemukiman Kampung Yoboi, salah satu kampung yang mendapatkan bantuan rehabilitasi rumah pasca bencana, Sabtu (9/4). (FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Kepala Kampung Yoboi, Sefanya Wally telah membuat laporan polisi, terkait ulah salah satu kontraktor nakal, atau pihak ketiga yang sudah mencairkan dana pembangunan rumah 100 persen, untuk membangun rumah yang terkena dampak bencana banjir bandang 2019 di Kampung  Yoboi. Namun dana sudah dicairkan 100 persen,  kenyataanya tidak ada satu rumah pun dikerjakan.

 “Saya laporkan pemilik CV Frakha Indah, dia sudah mencairkan dana 100 persen, tapi tidak ada satu tiang rumahpun yang ditanam,” kata Sefanya Wally, Sabtu (9/4).

 Yang parahnya lagi, kontraktor CV Frakha Indah itu telah melakukan pemalsuan tanda tangan dan cap Kepala Kampung Yoboi, untuk mencairkan 100 persen dana pembiayaan pekerjaan rumah tersebut. 

. Berdasarkan data yang dimilikinya, pemilik CV Frakha Indah itu menggunakan dua CV untuk mengerjakan 16 unit rumah. Satu paket rumah terdiri dari 8 unit rumah dikerjakan oleh CV Frakha Indah dengan nilai pagu dana sebesar Rp 400 juta . Satu lagi CV Berlian Cycloop Timur dengan jumlah rumah dan nilai uang yang sama yakni 400 juta rupiah. Artinya, satu orang mengerjakan 16 unit rumah dengan pagu dana senilai Rp 800 juta . Untuk rumah yang dikerjakan menggunakan CV Berlian Cycloop Timur sudah dikerjakan, namun CV CV Frakha Indah, sama sekali belum mengerjakan rumah.
 

 “Berkas pertanggungjawaban dari CV Frakha Indah ada di BPBD.  Saya mau lihat foto dokumentasi dalam laporan itu mereka ambil dari mana. Ternyata, CV Frakha Indah ini, pakai dua bendera.  Satu CV itu ada 8 rumah, berati kalau dua CV dia ambil 16 rumah dengan nilai uang Rp 800 juta,”ungkapnya.

 
 Dia juga menyoroti, ulah konsultan pelaksana yang dianggap tidak menjalankan tugasnya dengan benar.  Dimana konsultan ini telah membuat data fiktif terkait progres pekerjaan rumah yang dilakukan oleh kontraktor tersebut.  Namun pada kenyataannya tidak ada satu rumah pun yang dikerjakan namun pencairan 100% dilakukan.

  
“Kita kesal itu dengan pihak konsultan yang mengerjakan proyek ini, tidak becus. Dia berikan bobot tidak sesuai progres. Yang menjadi persoalan sekarang ini dan jadi temuan , CV Frakha Indah. Saya tanya sama konsultannya.Bagaimana bisa  kasih bobot 8 rumah namun sama sekali tidak dikerjakan.

 
Untuk diketahui, di Yoboi ada 8 CV yang mengerjakan rumah korban bencana. Satu Cv mendapatkan 8 paket pekerjaan. Saat ini yang sudah selesai membangun ada 7 CV dengan jumlah 56 rumah dari jumlah 64 rumah.
“Di Yoboy ada 64 rumah yang dikerjakan oleh 8 CV.  56 sudah dikerjakan oleh 7 CV, itu pun pekerjaannya tidak sesuai standar RABnya,” tegasnya.
Adapun tujuh CV yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, CV Grime Papua, CV Kadap Rum Yarim, CV Karya Mandiri Papua, CV Manakaruga, CV Saudara tiga, CV Elna Lenox, CV Berlian Cycloop..(roy/ary)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: