Keributan di Tembagapura, Oknum TNI AD Diproses Hukum

By

Jenderal TNI Andika Perkasa saat memberikan keterangan pers di Makodam XVII/Cenderawasih, Rabu (1/12). (foto: Elfira/Cepos)

*Panglima: Bentrok Antar Anaggota Harus Diproses Hukum, Jangan Hanya Salaman dan Olahraga Bersama.

JAYAPURA-Empat oknum anggota TNI-AD diproses hukum terkait dengan bentrok TNI-Polri yang terjadi di Ridge Camp Pos RCTU, Mile 72 tepatnya di depan Mess Hall, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Sabtu (27/11) malam.

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan, pihaknya serius untuk kasus bentrok yang terjadi di Mimika dan beberapa daerah lainnya yang melibatkan oknum anggota TNI-Polri. Keseriusan itu ditunjukan dengan menghukum oknum anggota jika bersalah.

“Kita serius untuk kasus bentrok di Mimika antara anggota. Selain kami memproses anggota kami, pihak Polri juga sudah memproses hukum anggotanya. Ini sesuai dengan komitmen saya dan Kapolri saat saya berkunjung ke Mabes Polri usai pelantikan,” jelas Panglima Andika Perkasa di sela-sela kunjungan perdananya ke Papua, Rabu (1/12) pasca dilantikan sebagai Panglima TNI. 

Panglima juga meminta semua pihak untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. “Ditanyakan terus nanti proses hukum untuk kasus ini. Saya punya komitmen harus proses hukum dan harus tuntas. Bahkan, kita akan mengawalnya hingga pasal apa yang dikenakan kepada yang bersangkutan. Saya akan kawal sehingga tidak ada masuk angin atau ada yang mencoba bermain main di bawah,” tegasnya.

Dijelaskan Panglima, sebenarnya, bentrok antara oknum anggota  TNI-Polri bukan kali pertama terjadi di Mile 72. Bentrok antara anggota TNI-Polri juga terjadi di Maluku dan Batam belum lama ini. 

“Kita berdua (Kapolri dan Panglima-red) sepakat, bentrok apapun harus diproses hukum. Jangan hanya dengan kata damai, salaman dan olahraga bersama, harus ada tanggung jawab,” tuturnya.

Ditegaskan bahwa anggota tidak boleh ngasal. Tetapi harus bertindak sesuai dengan peraturan perundangan dan itulah yang menjadi prioritas utama Panglima.

“Tidak boleh kita memukul orang sekalipun itu masyarakat, apalagi kita aparat keamanan. Maka tidak ada damai dan harus proses hukum. Jika kelakuan seperti ini dibiarkan, bagaimana masyarakat bisa percaya,” bebernya.

Sebelumnya, video keributan antara personel Kompi 3 penugasan Amole dengan Satgas Naggala Kopasus berdurasi 21 detik viral di media sosial. Keributan itu terjadi di Ridge Camp Pos RCTU mile 72 tepat di depan Mess Hall, Tembagapura, Sabtu (27/11) malam.

Keributan berawal dari personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di Pos RCTU Ridge camp Mile 72 yang sedang berjualan rokok sebanyak 6 personel, didatangi personel Nanggala yang berjumlah 20 orang untuk membeli rokok. Namun saat ini  dan komplain mengenai harga rokok yang dijual personel Amole Kompi 3 penugasan. Tak lama kemudian terjadi pengeroyokan dengan menggunakan benda tumpul dan tajam terhadap 6 personel Amole Kompi 3 penugasan.

Akibat keributan tersebut, lima anggota mengalami luka-luka yakni Bripka Risma, Bripka Ramazana, Briptu Edi, Bharaka Heru dan Bharatu Julianda. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: