Beranda Merauke Hari Ini Ketua LMA Tegaskan Cabut Sasi Jika Aspirasi Dijawab

Ketua LMA Tegaskan Cabut Sasi Jika Aspirasi Dijawab

0
Frederikus Wanem Mahuze  ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE-  Ketua  Lembaga Masyarakat Adat  Kabupaten Merauke Frederikus  Wanem Mahuze  menegaskan  bahwa  patok sasi  secara adat yang ditanam di depan halaman kantor   DPRD  Kabupaten Merauke  baru akan dicaut apabila  aspirasi kepada  pemerintah terkait  kursi khusus  bagi   orang  asli  Marind di  DPRD  Kabupaten Merauke periode 2019-2024   mendapat jawaban  yang menggembirakan  dari pemerintah. 

  “Patok sasi   itu baru akan dicabut apabila sudah ada jawaban  sesuai dengan aspirasi  dari kami masyarakat  adat di Kabupaten Merauke,’’ kata  Frederikus    Wanem Mahuze,  kepada media ini,  Selasa (6/8).    

   Frederikus  Wanem Mahuze mengaku sampai saat  ini pihaknya  masih menunggu ditindaklanjut aspirasi  yang sudah dipercayakan kepada pemeirntah   daerah untuk menindklanjutinya. 

  ‘’Kami sudah berikan kepercayaan itu kepada  pemeirntah  daerah  untuk menindaklanjuti apa yang menjadi usulan dari masyarakat adat tentang  kursi khusus  di DPRD  Kabupaten Merauke,’’ katanya.

  Hanya saja, sampai sekarang ini, jelas  Frederikus Mahuze,  belum ada respon balik dari   pemerintah daerah. Pihaknya  juga belum  tahu sudah sampai dimana aspirasi yang  pihaknya perjuangkan  tersebut. 

  “Sampai sekarang belum ada respon balik dari pemerintah daerah.   Tapi  kami masih tetap  komunikasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini bupati  Merauke,’’ terangnya. 

   Ditanya soal   pelantikan bagi anggota DPRD Merauke  terpilih periode 2019-2024, Frederikus Wanem Mahuze mempersilahkan. ‘’Silahkan saja,’’ terangnya. 

  Diketahui, aksi demo damai dan  tanam sasi yang dilakukan oleh masyarakat adat (LMA) di Kabupaten Merauke   tersebut setelah melihat hasil Pemilu Legeslatif periode 2019-2024.    

   Dimana dari 30 kursi DPRD Kabupaten Merauke yang diperebutkan, hanya tercatat 3 orang asli Marind yang    terpilih. Karena itu,   masyarakat Adat  meminta  Presiden    untuk memberikan kursi khusus  kepada asli Marind  seperti adanya  14 kursi adat di DPR Papua.  Kursi khusus ini untuk tetap menjaga keseimbangan  sehingga tidak terjadi kecemburuan.   (ulo/tri)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here