Kiprah Perempuan Tak Lagi Dibatasi, Minta Yuniornya Tak Lelah Belajar

By

Potongan Tumpeng Dari Kapolda untuk Dua Polwan Hebat di Hari Polwan

Tepat di hari jadi Polisi Wanita (Polwan) ke-73,  dua Polwan dari Polda Papua mendapat kehormatan diberikan potongan tumpeng oleh Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri. Apa yang telah dilakukan keduanya sehingga mendapat apresiasi dari Kapolda? 

Laporan – Elfira

Tak semua Polwan bisa bertugas sebagai satgas Polisi yang bertugas di daerah konflik seperti di Afrika Tengah. Salah satu Polwan dari Polda Papua yakni Brigpol Nuur Aisyah terpilih menjadi Personel Kontingen Satuan Tugas (Satgas) Formed Police Unit (FPU) 1 (United Nations) . Selain Brigpol Nuur, ada juga Polwan yang menjadi atlet yang akan berlaga di PON XX yakni Bripda Ludia Giay. 

 Karena itu FPU 1 Minusca PBB Pers Polda Papua Brigpol Nuur Aisyah dan Atlet PON XX Papua Pers Polda Papua Bripda Ludia Giay dua dari 481 anggota Polwan yang mendapatkan potongan tumpeng dari Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri di perayaan Hari Polwan Ke- 73, Rabu (1/9) malam.

 “Bangga bisa menerima potongan tumpeng dihari Polwan sebagai misi PBB, ini sebagai pembuktian bahwa Polwan juga bisa ke luar negeri bersama pasukan lainnya selama setahun 2 bulan,” ungkap perempuan yang hobi membaca dan berenang ini.

 Anak pertama dari dua bersaudara ini sebelumnya terlibat dalam pasukan FPU 1 Indonesia dengan misi United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA) di Republik Afrika Tengah pada tahun 2019-2020.

 Bergabungnya Brigpol Nuur dalam misi PBB menandakan kiprah perempuan yang tak dibatasi, bahkan selama 1 tahun 2 bulan keberadaannya di Afrika Tengah ia kerap melakukan tugas  Patroli, melakukan penjagaan dan mengamankan setiap kegiatan di negara tersebut bersama 140 orang anggota Polri asal Indonesia, Nuur salah satu utusan Polwan dari Polda Papua.

 Sebagai Polisi Wanita, ia merasa bangga bisa mewakil Papua untuk pergi keluar negeri menjaga perdamaian bersama rekannya. Dimana dari Papua berjumlah 3 orang terdiri dari dua Polisi laki-laki dan ia sendiri.

 Brigpol Nuur mengenang, saat itu di Minusca belum pernah ada Polisi dari Indonesia yang masuk untuk berdinas di negara tersebut. Mereka merupakan pasukan pertama yang berdinas sejak tahun 2019 sampai tahun 2020.

“Misi PBB sebuah pengalaman yang luar biasa, seorang Polwan harus bisa berani dan dapat menolong siapapun dan dimanapun. Di Afrika Tengah untuk bahasa resminya sendiri kami menggunakan bahasa Francis, jadi selain bahasa Inggris kami dilatih saat itu untuk bisa berbahasa Francis, kenang perempuan yang bisa berbahasa Ingris, prancis, korea dan jepang ini.

 Di momentum hari Polwan, alumni SMAN 5 Jayapura ini mengingatkan yuniornya agar tidak lelah belajar. Termasuk belajar bahasa ingris, prancis ataupun bahasa negara lainnya agar bisa bergabung dengan misi PBB untuk kedamaian. Untuk belajar bahasa negara lain, bisa dilakukan dengan belajar secara online seperti apa yang dilakukan oleh Brigpol Nuur.  “Kurangi pelanggaran dan buktikan Polwan bisa dan tidak kalah dari Polki,” kata Nuur.

 Sementara itu, Bripda Ludia Giay Atlit PON Papua olahraga Anggar mengaku senang diikut sertakan dalam salah satu Cabor.  “Hari Polwan ke 73, semoga tetap solid tetap jaya selalu. Polwan siap mendukung kebijakan Pemerintah dalam menangani Covid-19 dan Polwan siap berkarya terus di Tanah Papua dan menjadi yang terbaik di institusi Kepolisian di Negara Republik Indonesia,” ungkapnya.

 Sementara itu, Kabag Watpers Biro SDM Polda Papua Kompol Martha Tolau menyampaikan, Polisi Wanita di usianya ke 73 pastinya dijadikan momentum untuk kita intropeksi diri dalam hal memperkuat soliditas dan mendorong peningkatan kinerja. Dimana kita masih diselimuti oleh pandemi Covid-19, yang tentunya dalam berkarya kita juga harus memperhatikan aturan aturan yang ada bahwa protokol kesehatan harus tetap menjadi nomor 1.

 Di usia Ke-73 Polwan, Polisi Wanita merasa bangga bahwa sampai saat ini Polwan masih ada dan kami masih diberikan kepercayaan-kepercayaan dalam jabatan yang lebih dengan memperhatikan kinerja dari masing-masing anggota.

 Kompol Martha menjelaskan terkait Polwan pertama dilantik pada 1 September 1948 lahir dikarenakan ada pemeriksaan pemeriksaan yang tidak bisa dilakukan oleh pria, hingga enam orang Polwan dilantik di bukit tinggi diantaranya Ibu Mariana, Nelly Pauna, Rosmalia, Dahniar Soekotjo, Djasmaniar, Rosnalia Taher. “Keenam Polwan yang pertama ini dilantik pada 1 September 1948 sehingga itu yang menjadi dasar kami Polwan lahir dan 73 tahun sudah berjalan,” ungkapnya.(*/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: