Klinik Tidak Tertib, Terancam Dicabut Izinnya

By

MERAUKE-Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita mengungkapkan bahwa  klinik yang melakukan pemeriksaan swab antigen  yang tidak  tertib melaporkan ke sistem  yang telah dibuat oleh Kemenkes diancam izinnya akan dicabut. 

  Hal ini  disampaikan  Nevile Muskita terkait dengan usulan dari sejumlah dokter RSUD Merauke saat menemui Bupati Merauke  Drs Romanus Mbaraka di Gedung Negara, Senin (2/8). Dalam pertemuan itu, dokter RSUD Merauke menyampaikan bahwa kemungkinan masih ada klinik yang melakukan swab antigen tersebut tidak melaporkan hasil swab yang dilakukan, sehingga ketika  calon pelaku perjalanan  mendapat hasil positif dia akan melakukan swab di klinik lainnya. 

   “Nah, bisa saja  misalnya di klinik Cito dengan menggunakan alat yang sama dengan  yang kami pakai dengan swab  dilakukan dengan baik sehingga ditemukan hasilnya positif. Tapi mungkin saja pergi ke klinik lain pakai kit (alat.red) yang berbeda  yang akurasinya di bawah itu dan mungkin ambilnya tidak tepat. Karena pada saat pengambilan sampel buru-buru dan hasilnya negatif dan itu yang dipakai berangkat. Karena orang akan berusaha mencari  negatif untuk bisa berangkat,’’ kata Nevile kepada media ini, Selasa (3/8). 

  Dijelaskan, bahwa dari awal  pihaknya  sudah menekankan untuk semua klinik  agar seluruh hasil pemeriksaan swab antigen tersebut diinput dalam catatan yang sudah dibuat oleh Kemenkes dengan namanya All Recard antigen. Sehingga ketika klinik melaporkan, karena aplikasi ini terintegasi dengan aplikasi peduli lindungi maka akan  terintegrasi atau link dengan e-HAC.     

   “Ketika hasilnya dimasukan, maka ke klinik manapun yang berusaha mencoba untuk mendapatkan hasil negatif  tidak bisa lagi. Karena namanya sudah terintegrasi semua dengan klinik lain,’’ tandasnya.

   Karena itu, tandas   mantan Direktur RSUD Merauke ini, bagi  klinik  yang tidak menginput setiap hasil pemeriksaan swab antigen yang positif ke dalam  sistem atau link Kemenkes tersebut maka  klinik   tersebut akan direkomendasikan untuk izinnya dicabut. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: