KMAN Hasilkan Rekomendasi Penting, salah satunya Akan Bertemu Dua Fraksi DPR RI

By

.Bupati Mathius Awoitauw menari yospan bersama tamu dan masyarakat adat di Stadion Barnabas Youwe Sentani dalam momen Kongres masyarajat adat nusantara ke VI. (FOTO: Robert Mboik/Cepos)

SENTANI- Kongres Masyarakat Adat Nusantara ke -VI secara resmi ditutup oleh panitia KMAN Nasional, Minggu (30/10, malam. Kegiatan Kongres masyarakat adat nusantara  yang dilaksanakan di Papua Kabupaten Kabupaten Jayapura itu dimulai pada tanggal 24 sampai 30 Oktober kemarin. Sehubungan dengan itu, KMAN VI melalui sarasehan dan Pleno di Sentani,  sudah dilakukan dan menghasilkan rekomendasi penting.

Sebelumnya Kongres masyarakat adat nusantara ke VI itu, diMulai dari parade budaya nusantara, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembukaan di Stadion Barnabas Youwe Sentani. Pada saat pembukaan itu tarian kolosal dari puluhan anak anak sekolah di kota Sentani juga turut dipentaskan. Selanjutnya ditanggal 25 sampai 26 Oktober, Kongres masyarakat adat Nusantara ke VI ini dilanjutkan dengan kegiatan sarasehan di 12 titik  di mana 10 titiknya ada di sekitar kawasan pemukiman danau Sentani dan 2 titik lainnya berada di wilayah kota Jayapura.  Sejumlah isu strategis berkaitan dengan kepentingan dan hak maayarakat adat nusantara turut dibahas dalam kegiatan sarasehan selama dua hari itu.

 Pada kesempatan kongres masyarakat adat Nusantara ke VI ini, para delegasi masyarakat adat dari hampir seluruh wilayah Indonesia juga kembali memilih pengurus dewan AMAN nasional yang baru periode 2022-2027 mendatang. Dari hasil pemilihan itu, Rukka Sombolinggi kembali terpilih sebagai sekjen AMAN untuk lima tahun kedepan.

 Dalam keterangan persnya, Sekjen KMAN Rukka Sombolinggi mengatakan, setelah dirinya kembali dipilih sebagai sekretaris jenderal dewan Pusat aliansi masyarakat adat nasional, tentunya bahwa masih banyak agenda yang harus dikerjakan kedepan.

 Ia mengaku tak ada visi-misi dengan rumusan yang baru darinya untuk pemilihan maupun penetapannya pada KMAN VI.

 “Sebagai sekjen, saya harus tunduk pada hasil Kongres Masyarakat Adat Nusantara. Kita semua bersama-sama akan menentukan apakah perintah Kongres Masyarakat Adat Nusantara akan kita patuhi,”ujarnya.

 Diketahui, Ia terpilih melalui musyawarah mufakat di penghujung pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Stadion Barnabas Youwe, wilayah adat Tabi, Papua, Sabtu (29/10) malam.

 Ada sepuluh calon Sekjen AMAN yang diusulkan komunitas masyarakat adat Nusantara yang memenuhi syarat penjaringan oleh Dewan AMAN Nasional (DAMANNAS)

 Lebih lanjut dia mengatakan, ada sejumlah rekomendasi yang berhasil dirumuskan dalam Kongres KMAN VI Papua kali ini.

 Misalnya beberapa  hal pokok yang lahir sebagai perintah kepada organisasi, yang paling utama adalah undang undang masyarakat adat, harus segera disahkan. Namun harus sesuai dengan aspirasi masyarakat adat, mulai dari istilah sampai isinya. Kemudian hal penting lainya adalah, AMAN akan menuntut fraksi fraksi di DPR RI yang selama ini menghambat untuk segera mendukung dan segera memastikan undang undang masyarakat adat itu harus terealisasi.

 “Seperti kita ketahui, krisis  menjadi tema  tema Kongres kali ini, ini  tentang kekuatan dan kontribusi masyarakat adat untuk menghadapi krisis yang akan melanda,” ujarnya.

 Karena menurutnya, kekuatan untuk menghadapi krisis adalah masyarakat adat. Ketika krisis iklim yang semakin kuat, semakin serius dan krisis ekonomi yang katanya akan mengalami krisis tahun depan. Itu akan bisa dilewati kalau masyarakat adat bisa memberikan kontribusi secara maksimal  dan itu bisa dilakukan ketika hak hak masyarakat adat,  dilindungi dan dipenuhi.

 Dia mengatakan, alasan PDI Perjuangan yang menghambat pengesahan RUU Masyarakat adat, hanya akan mengembalikan dan mengembalikan feodalisme.

 “Kekewatiran PDIP yang sempat sampai ketelinga kami, bahwa ini hanya akan membangkitkan feodalisme,” Dari sini lahir sikap yang jelas, dari masyarakat adat bahwa, kami ini berbeda dengan kerajaan kerajaan dan Kesultanan,” ujarnya.

 Diketahui, selain memilih kepengurusan dewan agensi masyarakat adat nasional yang baru pihaknya juga telah menentukan wilayah selanjutnya akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres masyarakat adat ke-7 yaitu di wilayah Sulawesi. 

 Sementara itu ketua panitia Kongres masyarakat adat nusantara ke-6 yang juga menjabat sebagai bupati Jayapura,  Mathius Awoitauw, memberikan apresiasi yang besar kepada sejumlah pihak yang dengan caranya masing-masing telah mendukung penyelenggaraan kegiatan kongres masyarakat terhadap Nusantara ini hingga selesai. 

 Kata dia tentu ada hal-hal yang masih dianggap kurang namun itu menjadi catatan untuk diperbaiki selanjutnya.  Pada kesempatan yang sama dia juga memberikan apresiasi secara khusus kepada pihak TNI dan Polri yang telah membantu melakukan pengamanan selama penyelenggaraan kegiatan kongres masyarakat adat Nusantara tersebut. 

 “Kami juga menyampaikan apresiasi kepada petugas kesehatan dan sejumlah pihak yang telah terlibat untuk menyukseskan penyelenggaraan kegiatan ini,” katanya.

 Dia menambahkan dari catatan yang disampaikan oleh bidang kesehatan bahwa lebih dari 700 orang mengalami sakit namun hal itu disebabkan karena efek dari adaptasi perubahan cuaca yang terjadi di Provinsi Papua.  Semua pasien yang sudah diagnosa itu sudah ditangani dengan baik dan saat ini sudah dikembalikan ke masing-masing paguyubannya. 

 “Kemudian perlu saya informasikan bahwa dampak dari kegiatan ini setelah hasil perhitungan yang dilakukan oleh badan Litbang Kabupaten Jayapura uang yang beredar itu mendekati satu miliar rupiah,” pungkasnya. (roy/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: