Kontak Tembak, Satu Anggota TNI Tertembak

By

Proses evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan TNI Polri terhadan rekan mereka yang tertembak usai melakukan kontak tembak dengan Kelompok Sipil Bersenjata di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Minggu (13/11) kemarin. (Humas Polda)

JAYAPURA – Distrik Gome  yang  beberapa waktu terakhir mulai kondusif kini kembali bergolak. Kontak tembak antara TNI Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Minggu (13/11) tak bisa dihindari. Seorang anggota TNI, Serda Iskan Wardana terkena tembakan. 

 Paha kanannya jebol akibat tembakan dari KKB. Iapun harus dilarikan ke Puskesma Ilaga kemudian dievakuasi ke RS Mimika. Aparat gabungan TNI Polri hingga sore kemarin masih berjaga – jaga namun secara umum situasi di Gome berangsur kondusif. 

 Dari kronologi yang disampaikan Humas Polda Papua dijelaskan bahwa kejaian ini terjadi sekira pukul 11.37 WIT di Kampung Yenggernok, Distrik Gome, Kabupaten  Puncak. Ini bermula ketika anggota TNI-Polri menggelar patroli dan cipta kondisi di Gereja Golgota. Saat menggelar patroli ini terdengar tembakan dari arah Bukit Tepuk dimana diketahui kelompok penyerang dipimpin oleh Numbuk Telenggen. 

 Setelah beberapa menit terjadi kontak tembak ternyata Serka Iskan tertembak. Untungnya ia dalam kondisi sadar. Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2022 Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan gangguan tersebut kemudian direspon aparat dengan memberikan tembakan balasan sehingga terjadi kontak tembak antara Aparat TNI-Polri dengan Kelompok KKB tersebut.  

 “Akibat penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata Pimpinan Numbuk Telenggen, seorang anggota TNI terkena tembakan dibagian paha kanan sehingga dengan cepat personel mengevakuasi korban ke Puskesmas Ilaga,” jelasnya. Kombes Pol Kamal melanjutkan, setelah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Ilaga, Korban kemudian dilarikan menuju Bandara Ilaga untuk bergeser ke Kabupaten Mimika guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. 

 “Untuk korban dalam keadaan sadar dan telah dievakuasi menggunakan Helikopter Kadal milik TNI AU untuk dilanjutkan penanganan medis di Rumah Sakit Timika,” ujar Kasatgas Humas. Diakhir penyampaiannya, ia mengatakan bahwa pelaku penembakan masih dalam penyelidikan dan pengejaran, dugaan aksi ini dilakukan oleh KKB Pimpinan Numbuk Telenggen.

 Sementara ditempat berbeda di Kabupaten Puncak, insiden lain terjadi dihari yang sama. Terjadi pembakaran terhadap Pos Polisi yang sementara sedang dalam tahap pembangunan. Lokasi pos ini berada di Tanjakan Lapar, Kabupaten Puncak. Pembakaran ini diduga dilakukan oleh KKB dari bagian Kepala Air pimpinan Jecky Waker. Aksi pembakaran tersebut dilakukan Ahad (13/11) sekira pukul 21.05 WIT. 

 Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal saat dimintai keterangan, membenarkan kejadian tersebut. Kabid humas menjelaskan bahwa pada pukul 20.55 WIT terdengar suara letusan senjata api jenis revolver sebanyak 2 kali dari arah Pos Polisi yang sementara dibangun.

  Tak lama kemudian sekitar pukul 21.05 WIT Kapolsek Ilaga mendapat informasi dari seorang informan melalui telefon bahwa Pos Polisi tersebut sedang dibakar oleh kelompok KKB kemudian dengan cepat kapolsek bersama anggotanya menuju TKP untuk mengecek kebenaran informasi tersebut. 

 “Saat Kapolsek bersama anggotanya tiba, tidak ditemui adanya pembakaran seperti yang diinfokan sehingga setelah mengecek keadaan sekitar, personel polsek langsung balik kanan,” ucapnya. Kombes Pol Kamal menjelaskan, keesokan paginya sekitar pukul 08.30 Wakapolres Puncak bersama personel menuju TKP untuk kembali mengecek informasi yang diberikan. “Setibanya di TKP, Wakapolres bersama personel kemudian melihat adanya indikasi dilakukan pembakaran terhadap Pos Polisi yang sedang dibangun karena ditemukan pohon ranting berserakan dalam keadaan terbakar berada di dalam pos,” ungkap Kabid Humas. 

 Hanya untungnya Pospol ini tidak ikut terbakar karena api yang tidak membesar sehingga kondisi bangunan masih dalam keadaan utuh. Tidak hanya itu, pada lokasi tersebut juga ditemukan 1 buah parang, kertas yang bertuliskan 

 “Dari Nokia : Kalau Mau Cari Nokia Cari Di Atas” serta jejak kaki yang diduga milik kelompok KKB. Tulisan tangan dikertas ini diyakini ditulis oleh salah satu anggota KKB. Kelompok ini sendiri diduga melakukan pembakaran karena tidak terima dengan adanya pospol yang di bangun disekitar lokasi tersebut  karena merupakan akses perlintasan KKB,” jelas Kabid Humas.  

 Kabid Humas menyampaikan bahwa aparat Kepolisian akan segera melakukan pengembangan kasus serta patroli disekitar TKP agar mengantisipasi adanya aksi serangan dan menutup pergerakan KKB agar tidak masuk ke dalam Kota Illaga. “Tim terus berupaya melakukan pengejaran seraya mencoba menahan agar kelompok ini tidak masuk ke Illaga, imbuhnya.  (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: