Kota Jayapura Sebagai Rumah Besar, Mari Jaga Persaudaraan

By
Pembacaan deklarasi pernyataan komitmen yang ada 5 poin oleh Ondoafi Kayo Pulau Tahima Soroma Frans Sibi, didampingi Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano, bersama Forkopimda, dalam acara doa bersama dan deklarasi pernyataan komitmen bersama dalam rangka merajut persaudaraan membangun Kota Jayapura sebagai rumah besar kita bersama, di lapangan sepakbola Lantamal X Jayapura, Kamis (19/9) kemarin. ( FOTO : Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Acara doa bersama dan deklarasi pernyataan komitmen bersama, yang dilakukan Pemkot Jayapura bersama Forkopimda, paguyuban, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan se-Kota Jayapura dalam rangka merajut persaudaraan membangun Kota Jayapura sebagai rumah besar kita bersama, berlangsung lancar, aman, tertib dan damai, di lapangan Bola Lantamal X Jayapura, dipimpin Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM.,Kamis (19/9)kemarin.

 “Kita semua bersaudara yang muslim beribadah yang Hindu dan Budha beribadah kepada Tuhan, biarlah kita bersaudara, biarlah damai itu ada di Kota Jayapura ini yang kita cintai bersama, marilah kita bangun Kota Jayapura dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,”ungkapnya.

 Bagi yang terkena musibah anarkis, penjarahan pembakaran, tetap menjadi perhatian dan kepedulian pemerintah Indonesia, karena Presiden Jokowi telah memerintahkan Kementerian Sosial membantu dana Rp 1,2 miliar, untuk diberikan kepada pelaku usaha kecil yang terdampak pada demo anarkis ini, karena kiosnya terbakar atau di jarah. Bantuan ini tidak sedikitpun sedikitpun dipotong karena akan berikan sepenuhnya untuk memulihkan, untuk membantu meringankan yang terjadi kerusuhan.

 “Tuhan juga mengirimkan seorang orang yang baik hati dan dermawan Dato’Sri Tahir datang membawa uang di berikan kepada saya Rp 5 miliar dan saya akan berikan bantuan ini,”imbuh BTM.  Wali Kota juga mengaku, aparat Satgas BKO saat ini tidak akan dilakukan penarikan, karena pemerintah berharap bisa sampai akhir tahun dan terus dilakukan evaluasi.

 Sementara itu, Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas mengakui, walaupun saat ini situasi Kamtibmas di Kota Jayapura sudah kembali normal, namun untuk masyarakat tetap diminta melakukan siskamling di daerahnya masing-masing, karena ini untuk membantu aparat juga. Disamping itu, dengan banyaknya Satgas BKO yang bertugas di Kota Jayapura, diminta untuk tetap bekerja dengan profesional dan ramah kepada masyarakat, jangan sampai brutal atau seenaknya. 

  Sekedar diketahui,  dalam deklarasi tersebut disepakati lima poin diantaranya sepakat untuk menjaga dan menciptakan Kota Jayapura yang aman dan kondusif, sepakat mengajak dan meminta warga masyarakat untuk membangun harmonisasi hubungan antar warga masyarakat, antar suku dan agama di Kota Jayapura, sepakat untuk tidak terprovokasi dengan situasi dan perkembangan atas berbagai peristiwa yang terjadi dan menyikapinya dengan arif dan bijaksana, sepakat bahwa siapapun yang datang dan tinggal di Kota Jayapura harus menghormati, menghargai tatanan adat masyarakat Port Numbay, dan meminta aparat keamanan untuk memberikan jaminan keamanan bagi warga masyaraat dan penegak hukum. 

 Deklarasi tersebut dibacakan Ondoafi Kayo Pulau Tahima Soroma Frans Sibi, selanjutnya dilakukan penandatangan bersama antara paguyuban, Todat, Tomas, Tokoh pemuda dan lainnya. Turut hadir dalam acara itu, Kasdam XVII Cenderawasih, Wakapolda Papua, Wadantamal X Jayapura, Wakil Wali Kota Jayapura dan stakehoder lainnya.(dil/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: