Kuasa Hukum Ragukan Kebenaran Video Saat Lukas Berada di RSPAD

By

JAYAPURA- Beredar video aktivitas Gubernur Papua non aktif Lukas Enembe saat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Divideo tersebut, terlihat Lukas sempat membaca buku, berjalan dengan tertatih tatih dan saat duduk dibantu oleh seorang perawat.

 Pengacara Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe, Petrus Bala Pattyona menyampaikan, terkait Vidio Lukas saat berada di RSPAD bisa beredar dan dipublikasikan oleh media dimungkinkan kerjasama KPK dengan rumah sakit.

 “Yang jelas video itu bukan dari kami, karena kami tidak punya akses untuk masuk ke ruang perawatan Gubernur. Namun beredarnya video itu pasti dari KPK atau dari dokter,” kata Petrus saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (22/1).

 Petrus mengaku meragukan kebenaran dari vidio tersebut, terlebih di zaman teknologi saat ini. “Kami meragukan kebenaran video tersebut, kecuali ada pihak  yang menyatakan bertanggung jawab atas penyebaran itu,” ucapnya.

 Dari video tersebut kata Petrus, bisa terlihat dengan jelas bahwa Lukas Enembe masih dalam kondisi sakit. Jalan tertatih tatih, bahkan saat duduk mesti ditahan oleh perawat saat itu.

 “Kalau orang berpendapat dia (Lukas Enembe-red) sehat silakan lihat videonya dengan jelas, dan kalau orang menyatakan sakit juga silahkan lihat vidionya karena jalan saja bapak kesusahan,” ungkapnya.

 Dikatakan Petrus, saat ini Lukas Enembe sudah kembali dilakukan penahanan sejak Jumat (20/1) usai mendapatkan penanganan medis di RSPAD lantaran sakit. “Lukas sudah balik di ruang tahanan Gedug Merah Putih sejak Jumat (20/1) malam, untuk pemeriksaan lanjutan belum ada informasi dari KPK,” jelasnya.

 Kuasa Hukum Lukas Enembe meminta pemeriksaan terhadap kliennya itu tidak dilakukan secara kucing-kucingan oleh KPK.  “Jika dilakukan pemeriksaan, kami harus dipanggil, jangan lakukan pemeriksaan secara sembunyi sembunyi. Mengingat klien kami juga masih sakit,” tegasnya

 Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak keluarga belum diberikan akses untuk melihat Lukas Enembe.

 Diketahui sebelumnya, KPK menetapkan Gubernur Papua non aktif Lukas Enembe sebagai tersangka dugaan kasus korupsi gratifikasi senilai Rp 1 M. Penetapan terhadap Lukas itu sejak 5 September 2022. 

 Sementara itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe untuk kooperatif menjalani proses hukum, terkait kasus dugaan penerimaan suap dan gratifikasi di Pemerintah Provinsi Papua. Terlebih, Lukas telah menunjuk Otto Cornelis Kaligis atau OC Kaligis sebagai salah satu kuasa hukumnya.

 “Kami berharap tersangka juga akan menjadi kooperatif selama mengikuti semua proses yang sedang KPK lakukan,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dikonfirmasi, Minggu (22/1).

Ali menegaskan, penyidikan perkara yang tengah menjerat Lukas telah dilakukan sesuai prosedur hukum. KPK  selalu mematuhi prosedur dalam menangani suatu perkara. “Kami tegaskan dalam penyidikan perkara dengan tersangka tegaskan Enembe dkk ini  semua prosedur hukum, pasti KPK telah patuhi,” tegas Ali.

 Sememtara itu, OC Kaligis sebelumnya meminta KPK untuk memberikan hak-hak kliennya selama menjalani proses penahanan. Mengingat Lukas dalam kondisi sakit meski saat ini sedang menjalani proses hukum di KPK.

 OC Kaligis juga meminta KPK untuk  membukakan kesempatan bagi istri Lukas, Yulce Wenda untuk menjenguk sang suami. Karena itu, OC Kaligis mengingatkan KPK untuk memperhatikan hak asasi manusia (HAM) dalam menangani perkara Lukas. “Saya harap Firli Ketua KPK memperhatikan hak asasi,” tegas OC Kaligis. (fia/jawapos)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: