KUR di Papua Masih Didominasi Sektor Perdagangan

By

JAYAPURA- Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Papua masih didominasi oleh sektor perdagangan dengan pangsa 49%. Diikuti sektor pertanian, perburuan dan kehutanan dengan pangsa 15%, serta sektor pariwisata, sektor akomodasi makan minum dan sektor jasa kemasyarakatan sosial budaya hiburan perorangan lainnya dengan pangsa masing-masing 7%.

 Jika dilihat berdasarkan jenisnya, KUR Mikro memiliki pangsa terbesar yaitu 54%, diikuti dengan KUR kecil sebesar 41% dan KUR super mikro sebesar 5%,”ujarnya Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga, Sabtu (31/7).

 Diakuinya, penyaluran KUR di Papua perlu ditingkatkan untuk mendorong perkembangan perekonomian. Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi bersama. Antara lain perlunya peningkatan literasi kepada UMKM, pengurusan dokumen prasyarat KUR yang perlu dipermudah (antara lain dokumen izin usaha dan lain-lain), pertumbuhan penyaluran KUR yang belum optimal, Pembinaan UMKM yang belum terintegrasi lintas instansi mengakibatkan belum meratanya kesempatan pembinaan bagi UMKM di Papua serta perlunya peningkatan kualitas pencatatan keuangan UMKM. 

   “Beberapa upaya telah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua untuk mendorong realisasi KUR, antara lain dengan mendorong UMKM binaan maupun mitra untuk mendapatkan KUR, serta memfasilitasi UMKM untuk dapat melakukan pencatatan laporan keuangan melalui pemanfaatan aplikasi SI APIK,”ungkapnya.

 SI APIK merupakan aplikasi pencatatan keuangan digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk mendukung peningkatan kualitas laporan keuangan UMKM. Dengan memperhatikan kompleksitas permasalahan penyaluran KUR di Papua, sinergi lintas instansi dibutuhkan untuk dapat menjawab tantangan tersebut.(dil/ary)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: