Beranda OLAHRAGA Kurangi Intensitas Latihan Ditengah Covid-19

Kurangi Intensitas Latihan Ditengah Covid-19

0
Pelatih Futsal PON Papua, Daud Henry Arim saat memberikan instruksi kepada para pemainnya di sudah latihan tertutup di Lapangan Futsal Mutiara Hitam, Polimak, Kota Jayapura, Selasa (31/3) siang kemarin.  ( FOTO: Erik / Cepos)

PON 2020 Papua

JAYAPURA – Pandemi Covid-19 kini membatasi gerak gerik masyarakat. Bahkan virus yang bermula dari Kota Wuhan China itu membuat beberapa kompetisi olahraga tanah air mati suri. Wabah tersebut juga membuat persiapan cabang olahraga yang disiapkan oleh pemerintah Papua pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 sedikit tersendat. 

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua, bersama Pusatprov Papua pun telah mengeluarkan imbauan agar cabang olahraga PON Papua tetap melaksanakan TC dengan mengurangi waktu latihan. 

Pelatih kepala Futsal PON Papua, Daud Henry Arim mengatakan, dengan adanya arahan dari KONI Papua, maka Futsal PON Papua pun mulai mengurangi jam latihan timnya. 

“Jika selama ini kami latihan pagi dan sore, maka mulai Senin kemarin kami latihan hanya sekali dalam sehari. Dan ini sudah dilakukan oleh semua Cabor termasuk Futsal,” ungkap Daud Arim kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di lapangan Futsal Mutiara Hitam, Polimak, Kota Jayapura, Selasa (31/3). 

Tak hanya mengurangi waktu latihan, namun dengan kondisi saat ini, Cabor juga diminta untuk mengurangi intensitas latihan demi menjaga stamina atlet agar tetap prima. 

“Keadaan seperti ini latihan fisik juga kita kurangi, karena kita takut nanti anak-anak terlalu kecapean, dan itu rentan terhadap virus. Sehingga kami berusaha untuk memberikan latihan agar pemain tidak terlalu capek untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya. 

Mantan pemain Persipura Jayapura itu berharap, KONI maupun Pusatprov Papua dapat intens memantau kondisi pemain mereka selama menjalani TC di tengah covid-19.

“Karena arahan KONI dan Puslatprov untuk tetap stay di tempat TC dan latihan tertutup. Kami berharap kepada KONI dan Puslatprov bisa aktif mengontrol para pemain, dalam arti memberikan edukasi, obat, hand sanitizer trus mengukur suhu tubuh dari pemain,” harapannya. 

“Saat ini kami juga larang pemain pulang ke rumah. Padahal biasanya pemain pulang ke rumah setiap hari Sabtu, tapi kali ini kita tidak mengijinkan mereka pulang agar kami tetap bisa menjaga atlet kami,” tandasnya. (eri/gin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here