Lakukan Perbaikan Kinerja dan Disiplin Bagi ASN Keerom!

By

*Pesan Bupati Keerom Saat Melantik Trissiswanda Indra sebagai Sekda Keerom 

KEEROM-Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP., melantik Trissiswanda Indra, S.Pt., sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Keerom, di aula kantor Bupati Keerom di Arso Kota, Kabupaten Keerom, Senin (6/9). Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Keerom Nomor: SK.821.1-01.

Pelantikan Sekda ini dilakukan secara terbatas dan hanya diikuti beberapa pejabat daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda. Acara pelantikan kemarin bisa diikuti secara virtual atau online melalui link zoom yang telah disediakan oleh Pemkab Keerom. 

Bupati Keerom, Piter Gusbager mengungkapkan, pelantikan Sekda Keerom ini dalam rangka percepatan pemerintahan dan pelayanan publik. Pelantikan ini menurutnya, merupakan sebuah proses mutasi pejabat di setiap instansi pemerintah dan merupakan bagian dari kehidupan organisasi.

“Dengan adanya Sekda Keerom yang baru atau defenitif ini, maka ada pemantapan, peningkatan kapasitas aktivitas kelembagaan. Ada perbaikan kinerja dan budaya kerja ASN yang ada di Kabupaten Keerom. Kita lihat akhir-akhir ini masyarakat Keerom inginkan ada peningkatan kinerja dan disiplin,” ungkapnya kepada wartawan usai pelantikan. 

“Hal ini merupakan bagian dari penyegaran dan pola pembinaan karir bagi ASN sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan,” sambungnya.

Gusbager berharap, pejabat sekda yang baru dilantik, mampu menjabarkan visi dan misi kepala daerah yang merupakan janji komitmen politik yang disampaikan kepada rakyat di Kabupaten Keerom. Diakuinya penjabaran visi misi ini sangat penting, termasuk program dan kegiatan yang sudah disusun dalam RPJMD yang sebentar lagi akan ditetapkan.

“Tugas seorang pejabat setingkat sekda atau pimpinan tingkat pratama ini harus memiliki kompetensi, kapasitas, integritas dan pengabdian yang tinggi. Terutama loyalitas bupati sebagai amanat dari UU. Seorang sekda adalah pembantu kepala daerah, membantu tugas-tugas kepala daerah, baik ke dalam pemerintah maupun keluar, yaitu kepada masyarakat dan pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Keerom,” jelasnya.

Gusbager menjelaskan, Kabupaten Keerom merupakan salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Papua New Guinea. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya sekda defenitif dengan pengalamannya sebagai ASN dan kini menduduki karir tertinggi sebagai sekda, maka telah mampu dan memahami wilayah ini. 

“Seluruh potensi yang ada di masyarakat, mulai dari potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan potensi ekonomi, sosial, budaya dan politik sudah mampu  kuasai. Seorang sekda bukan pejabat politik, namun bagaimana merangkai, meramu, mensimulasi semua kepentingan ini. Menganalisa agar seluruh kepentingan yang ada di Kabupaten Keerom ini dapat merasakan hadirnya pemerintah, hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Keerom, Syahabuddin mengucapkan selamat kepada sekda defenitif yang baru saja dilantik. Selain itu, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada bupati dan seluruh masyarakat Kabupaten Keerom, dimana Kabupaten Keerom sudah memiliki sekda yang defenitif.

“Tentu dari DPRD Kabupaten Keerom sangat mendukung dan lega dengan pelantikan ini. Karena sekda itu sangat penting dalam satu pemerintah di kabupaten. Karena pertama sekda membantu bupati dan wakil bupati untuk merumuskan kebijakan. Jadi apa yang menjadi kebijakan bupati dalam pilkada lalu harus dirumuskan menjadi dokumen, sehingga di sini peran sentral sekda dalam menerjemahkan visi dan misi bupati dalam perencanaan dan dokumen pelaksanaan,” katanya.

Syahabuddin menyampaikan, kehadiran sekda adalah bagaimana melaksanakan tata pemerintahan. Oleh karena itu, penting sekali bagi seorang sekda untuk cakap dengan cara mengkoordinir dinas-dinas atau OPD-OPD, bidang-bidang yang ada di dalam pemerintahan Kabupaten Keerom, sehingga dapat menjalankan apa yang ada di dalam dokumen perencanaan dan pelaksanaan.

“Sekda penting untuk menjaga hubungan keluar dengan lembaga-lembaga lain. Bagaimana kabupaten ini bisa berinteraksi dengan lembaga-lembaga lain, terutama lembaga-lembaga vertikal,” ujarnya. 

Sementara itu, Sekda Keerom, Trissiswanda Indra, S.Pt., menyampaikan bahwa hal pertama yang dilakukan adalah bagaimana menata kembali struktur perangkat daerah, sambil meningkatkan disiplin ASN dengan menyeimbangkan antara kesejahteraan dan hukuman sipil yang akan diberikan.

“Karena tanpa kekompakan dari ASN, kita tidak bisa menjalankan visi dan misi dari bupati dan wakil bupati. Kita berikan ruang kepada ASN untuk memiliki peran bisa bekerja secara efektif dan strategis sesuai dengan ketentuan yang ada. Ini mungkin yang segera saya lakukan,” ujarnya. (bet/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: