Lima Anggota Puron Wenda Bergabung dengan NKRI

By

KEMBALI KE NKRI: Satu dari lima anggota KKSB pimpinan Puron Wenda yang selama ini beroperasi di sekitar Balingga, Kabupaten Lany Jaya menerima bendera merah putih usai menyatakan diri kembali ke pangkuan NKRI di Kampung Wame, Distrik Bruwa, Kabupaten Lanny Jaya pada Rabu (22/7). ( FOTO: Humas Kodam XVII/Cenderawasih for Cepos)

JAYAPURA-Lima orang anggota Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) pimpinan Puron Wenda yang selama ini beroperasi di sekitar Balingga, Kabupaten Lany Jaya menyatakan diri kembali ke pangkuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Adapun lima anggota Puron Wenda yang kembali ke pangkuan NKRI yakni, Vandem Wonda, Dekiron Tabuni, Ibetius Tabuni, Terkis Tabuni dan Delis Tabuni.

Pernyataan kembalinya lima anggota KKSB ke pangkuan NKRI ini dilakukan di Kampung Wame, Distrik Bruwa, Kabupaten Lanny Jaya pada Rabu (22/7).

Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa menerangkan, sebelumnya pada Sabtu, (18/7), tim Kompi Bangau Satgas Pamtas Mobile YPR 305/Tengkorak melaksanakan Patkam ke kampung Wame, Distrik Bruwa.

Saat melaksanakan ambush, anggota tim Satgas yang melaksanakan PAM ketinggian melihat lima orang yang tidak dikenal sedang berada di sekitaran kampung Wame. Tim kemudian melaksanakan pengintaian terhadap lima orang tersebut.

“Hasil koordinasi dengan Kepala Kampung Wame, lima orang tersebut merupakan anggota KKSB terdapat di dalam DPO. Selanjutnya kepala kampung beserta tokoh masyarakat didampingi Satgas mendatangi orang yang dicurigai tersebut,” ungkap Nyoman, Kamis (23/7).

Kelima orang tersebut kemudian menyerahkan diri kepada Satgas Pamtas Mobile 305/TKR dan menyatakan kembali ke NKRI serta berjanji tidak akan kembali ikut KKSB.

Sebagaimana Vandem Wonda mengakui pernah dibekali satu pucuk pistol dan bertugas untuk memeras dan merampas bahan makanan serta uang masyarakat dan pernah terlibat kontak tembak dengan TNI di Popome. Adapun senjata tersebut sudah dibawa Puron Wenda.

Dekiron Tabuni mengaku membantu Duklog Puron Wenda dan memegang satu unit HT untuk berkomunikasi. Sementara Ibetius Tabuni pernah terlibat kontak tembak dengan TNI di Popome dan menyiapkan akomodasi dan logistik apabila berada di Kampung Balingga.

Terkis Tabuni dan Delis Tabuni mengaku pernah terlibat dalam penyerangan Polsek Pirime. “Selama ini kelima DPO tersebut merasa takut karena selama Satgas Pamtas Mobile YPR 305/TKR berada di Kabupetan Lanny Jaya khususnya di Distrik Balingga, mereka tidak tenang dan terus dicari oleh Satgas Pamtas Mobile Yonif PR 305/TKR. Sehingga mereka menyerahkan diri dan keluar dari OPM serta hidup normal seperti masyarakat biasa,” terangnya.

Acara penyerahan diri ditandai dengan pengucapan ikrar penyerahan diri dari kelima orang tersebut untuk kembali dan setia kepada NKRI di depan anggota Satgas dan warga Distrik Balingga.  Sekaligus penyerahan bendera merah putih dari Wadansatgas Pamtas Mobile YPR 305/TKR kepada kelima orang DPO.

“Pada acara penyerahan diri, kelima orang tersebut membawa barang bukti berupa satu unit HT Werwei dan 2 butir MU 12,7 mm yang pernah didapat pada saat masih tergabung OPM,” pungkasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: