Lokasi Dipalang, Pembangunan Kantor Dinas Pendidikan Terhenti

By
Pintu masuk lokasi pembangunan Gedung Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Kabupaten Merauke di jalan misi yang masih  tertutup  dengan gembok karena belum ada penyelesaian  terkait tuntutan  ganti rugi dari pemilik hak ulayat atas tanah tersebut, Kamis (5/9) ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE- Pembangunan  gedung  kantor  Dinas  Pendidikan dan Kebudayaan  Kabupaten Merauke di jalan Misi  Merauke sampai sekarang   ini terhenti  gara-gara lokasi   pembangunan   dipalang  oleh  pihak pemilik hak ulayat.  Pemalangan ini telah berlangsung sekitar 2 minggu. Karena  pemalangan  itu, pihak kontraktor   tidak  dapat mengerjakan pekerjaannya sesuai dengan target-target   yang  telah ditentukan. 

  Kepala   Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Ir. HBL Tobing, M.Eng   terkait dengan   tuntutan ganti rugi atas tanah  tersebut mengungkapkan bahwa  pihaknya    hanya bertanggung jawab dari sisi tehnis  terhadap  pembangunan  gedung  kantor  tersebut. Sedangkan   permasalahan  tanah tersebut ia kembalikan kepada  Dinas Pendidikan dan  Kebudayaan  untuk dapat melakukan pendekatan  kepada  pihak  yang mengklaim   tanah ulayat tersebut. 

  ‘’Kami hanya  bertangunggung jawab dari sisi tehnis. Kalau sudah menyangkut  dengan masalah sosial  itu, kami serahkan kepada dinias yang bersangkutan untuk menyelesaikannya,’’ kata HBL Tobing.

  Tobing mengaku       dengan adanya pemalangan  tersebut membuat  kontraktor   belum dapat melanjutkan   pekerjaan  yang tentunya  akan   berimbas pada target-target  yang akan dicapai  sesuai dengan kalender kerja dari   pekerjaan  tersebut. Meski   pembangunan  gedung kantor  Dinas Pendidikan tersebut  bersifat  jamak  atau multiyear, namun    lanjut HBL Tobing, diharapkan anggaran    yang sudah dikontrakan  tersebut dapat selesai tepat waktunya. Sebab, tahun 2020    mendatang  tentunya dengan anggaran yang berbeda. 

  ‘’Karena aturan    keuangan  tentang pengelolaan  anggaran ini juga selalu berubah, sehingga  diharapkan  anggaran yang  sudah dialokasikan  dan dikontrakan  terserap sesuai dengan kalender   dari pekerjaan   tersebut,’’ jelasnya. 

     Sekadar diketahui, sebelumnya     pihak   yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat   tersebut memasang sasi sebagai tanda  pemalangan serta papan  nama di lokasi pembangunan  gedung kantor Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten  Merauke yang   baru tersebut.   Pemilik hak ulayat sendiri meminta   ganti rugi/ganti untung sebesar  Rp 5 miliar  atas   tanah tersebut. (ulo/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: