Lonjakan Di Hari Pertama, One Way Diberlakukan Lebih Cepat

By
Sistem satu arah alias one way mulai diberlakukan di Km 70 Tol Cikampek sampai Km 263 Pejagan-Pemalang. Gerbang Tol Cikampek Utama pun dibuka seluruhnya mengarah ke Palimanan.–RAKA DENNY/JAWAPOS

JAKARTA-Volume kendaraan melonjak signifikan pada hari pertama puncak arus mudik 2019 kemarin (30/5). PT Jasa Marga mencatatkan kenaikan drastis volume kendaraan dengan presentase hingga 150 persen. Korlantas Polri memberlakukan skema satu arah (one way) satu jam lebih cepat. 

Berdasarkan catatan PT Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek, pada H-7 yakni Rabu (29/5) 186 ribu kendaraan telah meninggalkan Jakarta ke tiga arah yakni timur (Jatim, Jateng) selatan (Bandung, Tasikmalaya) dan ke Barat (Merak, Sumatera). Menurut perhitungan, jumlah ini adalah 13 persen dari total 1,3 juta pemudik yang meninggalkan Jakarta.

Khusus ke arah timur, pada Rabu kemarin sebanyak 57.405 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui GT Cikampek Utama meroket 144,44 persen dari Lalulintas Harian (LHR) normal 23.484 kendaraan. Pada H-6 kemarin (30/5), Jasa Marga mencatat 74.496 kendaraan yang bergerak ke arah timur melalui GT Cikampek Utama, atau meningkat 159,7 persen dari LHR  normal 28.689 kendaraan.

Sejak subuh ruas Jalan Tol Jakarta Cikampek sudah mulai padat. Korlantas Polri segera menerapkan Contra Flow (CF) dimulai dari KM 29 sampai KM 61 arah Cikampek. Contraflow yang diberlakukan mulai pukul 05.30 WIB. Lebih awal dari jadwal yang seharusnya dimulai pukul 06.00. Kepadatan juga terlihat terutama menjelang titik-titik rest area KM 33, KM 39, KM 50 dan KM 57.

Hingga matahari terbit kepadatan terus bertambah, Korlantas pun memutuskan memberlakukan rekayasa lalu lintas one way sejak pukul 08.00 WIB. Satu jam lebih awal dari rencana pemberlakuan pukul 09.00 WIB. One waya diterapkan mulai dari KM 69 Jalan Tol Jakarta Cikampek sampai  KM 263 Brebes Barat.

Pemberlakuan ini diputuskan dengan memastikan lajur B (arah Jakarta) telah steril sehingga tidak ada pengguna jalan yang terjebak dalam perjalanan ke Jakarta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, memang di H-6 memang sedikit di luar dugaan. Para pemudik berangkat lebih dulu memanfaatkan libur tanggal merah. Sejak subuh kita sudah putuskan, One way semula jam 9 jadi jam 8 . Keputusan ini membawa perkembangan yang baik. Jam 10 relatif sudah cair,” jelasnya kemarin (30/5).

Budi menjelaskan, sejak subuh sudah terlihat kepadatan dari Cikarang Utama ke Cikampek Utama. Karenananya, petugas menyimpulkantidak bisa diandalkan hanya 1 jalur A. maka diberlakukanlah Contraflow. “Awalnya satu lajur, tapi sore menjadi 2 lajur,” jelasnya. 

Budi juga mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan satu arah full mulai Cikarut sampai Cikampek Utama jika terjadi lonjakan kendaraan. “Kita pertimbangkan juga karena arus dari Bandung ke Jakarta tidak terlalu padat. Tapi masih dinamis, kalau ternyata dari Bandung padat, maka Contraflow kita kurangi,” jelasnya. 

Budi menyatakan skema CF dan One Way dinamis akan diterapkan sesuai dengan situasi. Ia menyebut maih perlu diwaspadai nanti malam (31/5) sebagai puncak mudik. 

Kabagops Korlantas Polri Kombespol Benyamin menjelaskan, memang terjadi kemacetan di jalan tol Cikampek, kemacetan tersebut dikarenakan beberapa hal. Seperti, menumpuknya kendaraan di rest area. ”rest area yang sudah penuh, membuat pengendara beristirahat di bahu jalan di sekitar rest area,” ujarnya.

Selanjutnya, memang belum tol Cikampek tidak sepenuhnya dilakukan one way, ada contra flow satu lajur dulu baru one way. Hal itu dikarenakan Korlantas masih perlu memikirkan kendaraan dari arah Karawang menuju Jakarta. ”Jangan sampai kemacetan parah terjadi di Karawang,” paparnya.

Korlantas masih terus mengamati kondisi arus kendaraan di jalan tol. Bila memang diperlukan, bisa jadi one way akan diperpanjang. Bila sebelumnya hanya sampai pukul 21.00, kalau memang kemacetan terjadi cukup panjang akan dicegah dengan one way hingga pukul 23.00 atau 24.00. ”Kita utamakan dari Jakarta keluar dulu,” jelasnya.

Dia menuturkan, apalagi diprediksi arus kendaraan masih akan terus meningkat hingga Minggu (2/6). Perpanjangan waktu one way masih terus menjadi opsi. ”Kita lihat nanti,” papar polisi dengan tiga melati di pundak tersebut.

Sementara Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri menuturkan, ada informasi bahwa kemacetan terjadi sepanjang 37 km. namun, informasi tersebut tidak tepat. ”fakta yang terjadi kepadatan parsial di sejumlah titik di jalan tol Jakarta-Cikampek,” paparnya.

Tidak semuanya terjadi macet, namun ada sela-sela yang tidak terjadi kemacetan. Menurutnya, tidak memanjang hingga 37 km. ”ada penggal-penggalnya yang gak alami kepadatan,” jelas jenderal berbintang dua tersebut.

Kepadatan itu telah terurai saat berada di pintu tol Cikampek Utama, sebab dilakukan one way hingga ke Brebes. Dia menjelaskan, penyebab kepadatan itu karena volume kendaraan yang meningkat dan ada beberapa truk barang yang masih melintas. ”Truk masih ada yang lewat, sekarang sudah dipastikan tidak lewat lagi di jalan tol,” paparnya. 

Kepadatan juga sempat terdeteksi pada Rabu malam (29/5) di pintu penyeberangan pelabuhan Merak-Bakauheni. Kepala Harian Posko Nasional Kemenhub Cucu Mulyana menuturkan, ada penumpukan di gerbang masuk pelabuhan karena ada beberapa prosedur ticketing yang kurang dipahami oleh pemudik. Namun sudah dilakukan arahan agar prosedur ticketing disederhanakan. 

Kemenhub memutuskan untuk mencabut sistem Ganjil Genap yang sebelumnya diterapkan di pelabuhan Merak-Bakauheni. Diganti dengan diskon tarif sebesar 10 persen. 

Diskon mulai berlaku pada 30 Mei- 3 Juni di Pelabuhan Penyeberangan Merak dan tanggal 7 Juni sampai 10 Juni di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni khusus kendaraan penumpang beserta  penumpangnya dengan  ukuran  panjang  sampai  dengan  5  (lima) meter (Golongan IV) pada Pukul 08.01 WIB s.d. 19.59 WIB.

Sementara untuk Kenaikan Tarif Jasa Kepelabuhanan dikenakan sebesar 10% dari Tarif Tiket Terpadu untuk angkutan kendaraan penumpang beserta  penumpangnya dengan  ukuran  panjang sampai  dengan  5  (lima)  meter (Golongan IV) pada Pukul 20.00 WIB s.d. 08.00 WIB.

Cucu mengatakan, baik sistem Ganjil Genap maupun diskon diterapkan untuk mencegah penumpang yang akan menyeberang menumpuk di malam hari. “Sejauh mana efektifiitas sistem ini untuk membagi prosentase penumpang akan kami evaluasi lebih lanjut,” jelas Cucu. 

Moda transportasi laut memang mengalami kenaikan signifikan. Cucu menyebut, 3 pelabuhan yakni Pelabuhan Tual, Biak dan Teluk Bayu. Pelabuhan Batam mencatatkan lonjakan penumpang tertinggi dengan 67 ribu penumpang naik dan 46 ribu penumpang turun. 

Hal ini berbanding terbalik dengan transportasi udara yang menurun hingga 50 persen. Penerbangan domestik mencatatkan penurunan 13 persen sementara internasional 31 persen dibandingkan dengan periode Angkutan Lebaran di hari yang sama.(tau/idr/JPG)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: