Lurah Samkai Klarifikasi Soal Pernyataan Kuasa Hukum Sanwira

By

Lurah Samkai Amelia Ester Padwa, S.STP bersama Ketua RT 3 dan RT 10 RW 4 Kelurahan Samkai saat memberikan keterangan kepada wartawan di depan Gudang Sanwira,  Merauke, Senin (24/1) (FOTO: Sulo/Cepos )  

MERAUKE- Kepala Kelurahn Samkai, Distrik Merauke, Amelia Ester Padwa, S.STP memberikan klarifikasi terkait pernyataan  kuasa hukum dari gudang Sanwira pada 20 Januari 2022.

Kepada wartawan di depan Gudang  Sanwira,  Lurah Samkai didampingi Ketua RT 3 dan RT 10 menjelaskan, pernyataan yang disampaikan kuasa hukum atau perwakilan Sanwira tersebut pihaknya perlu menanggapi sehingga tidak terjadi kekeliruan di masyarakat.  ‘Kami tegaskan bahwa apa yang disampaikan itu sedikit ada kekeliruan.

Penyampaian bahwa ada 11 lubang ternyata, Hari Sabtu  22 Januari kemarin,   kami  dari kelurahan bersama RT dan  perwakilan warga ke gudang Sanwira dan masuk atas izin  penjaga gudang, kemudian  meminta penjelasan tentang saluran  air yang dikerjakan oleh PU di  gudang Sawira. Ternyata dari pantauan kami, hanya satu saluran yang dibangun. Dengan debit air yang besar dan tinggi, otomatis satu saluran tidak cukup dan tidak menyelesaikan masalah,’’kata Amelia Padwa, Senin (24/1).

  Diakuinya, air memang  berkurang, tapi tidak seperti yang diharapkan.   Lurah Amelia juga menegaskan, dalam permasalahan ini, tidak ada oknum atau provokator yang menggiring  opini masyarakat untuk mengkambinghitamkan Sanwira.

‘’Sebagai lurah, saya tegaskan tidak ada. Yang ada di sini, kami lurah dan RT,  di mana RT tugasnya mewakili dan menyampaikan aspirasi yang disampaikan warga ketika ada masalah  untuk dicari solusinya.  Kami mohon agar pihak Sanwira tidak mengucapkan kata –kata seperti itu,’’ jelasnya.

Hal ketiga, disampaikan  Lurah Amelia    kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke terkait kesepakatan  17 Januari 2022. Menurut Amelia, harusnya pekerjaan  lapangan sesuai kesepakatan. Jika kesepakatan pasang 10 pipa,  maka harus pasang 10 pipa. ‘’Ketika ada perubahan  saat pekerjaan maka harus disamkpaikan  kembali ke lurah dan RT supaya kami bisa mempertangungjawabkan ke masyarakat,’’ jelasnya.(ulo/tho)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: