Mabuk dan Bunuh Orang, Dibui 8 Tahun

By
Terdakwa Albertus Anai Batien  yang diganjar 8 tahun penjara  karena terbukti menghilangkan  nyawa orang lain setelah menjalani  sidang putusan, Selasa (6/8).( FOTO :  Sulo/Cepos )

MERAUKE- Albertus Anai Batien,  pria 33 tahun  dair Kampung Bayun Distrik  Safan, Kabupaten Asmat   akhirnya  dijatuhi  hukuman penjara selama 8 tahun  oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Merauke yag dipimpin Korneles Waroi, SH didampingi   Hakim Anggota Rizki Yanuar, SH, MH, dalam sidang    lanjutan dengan agenda putusan,  Selasa (7/8).     

  Terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan  dengan sengaja menghilangkan  nyawa orang lain sebagaimana  dakwaan Jaksa Penuntut Umum Pasal 338 KUHP.  Vonis yang  dijatuhkan Majelis Hakim ini  lebih ringan 1 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut  Umum Pieter Louw, SH sebelumnya yang menuntut terdakwa selama 9  tahun penjar. Atas  putusan ini, baik JPU  Sebastian P Handoko, SH maupun terdakwa yang  tanpa didampingi Penasihat Hukumnya   itu menyatakan menerima  putusan  tersebut sehingga  putusan itu dinyatakan telah berkekuatan  hukum  tetap.  

  Kasus pembunuhan   yang dilakukan terdakwa terhadap korban  Seprianus Yaisi terjadi di Kampung Bayun Distrik Safan, Kabupaten Asmat pada 17 Desember 2018 lalu. Berawal saat   terdakwa dalam keadaan  mabuk   jenis Sagero bertemu dengan korban  sehingga terjadi pertengkaran  antara terdakwa dengan korban. Terdakwa    kemudian menampar pipi korban, menendang serta memukul korban sehingga korban terjatuh kedalam sumur dalam keadaan kepala  masuk  ke dalam sumur  dan kaki korban di atas.  Pada saat kepala dalam sumur itu  terdakwa menahan dan memegang kaki korban  di bagian atas sampai  korban lemas. Setelah korban lemas, terdakwa kemudian meninggalkan begitu saja. Korban    baru ditemukan keesokan harinya di dalam sumur  tersebut  sudah tak bernyawa. (ulo/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: