Mantan Kapus Binam Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

By
Kajari  Merauke I Wayan Sumertayasa, SH, MH,

MERAUKE- Mantan  Kepala Puskemas (Kapus)  Binam di Distrik Binam, Kabupaten  Asmat-Papua,  berinisal AK (48),   yang  tersandung kasus korupsi  dana operasional Puskesmas  Binam, akhirnya dilimpahkan  pihak Kejaksaan Negeri Merauke ke  Pengadilan Tipikor Jayapura, Rabu (16/10).   Kajari  Merauke I Wayan Sumertayasa, SH, MH,  yang sedang perjalanan Dinas di Jayapura ketika dihubungi  media ini  lewat telepon selulernya  membenarkan  pelimpahan  tersangka   ke  Pengadilan Tipikor Jayapura  tersebut. ‘’Betul hari ini, kami   sedang melakukan    pelimpahan   tersangka  korupsi  mantan Kepala Puskesmas Binam  ke Pengadilan  Tipikor Jayapura,’’    kata Kajari.   

   Dengan pelimpahan  ini, lanjut Kajari, maka  penahanan  tersangka menjadi kewenangan  pihak Pengadilan.   ‘’Hari ini hanya  pelimpahan saja ke Pengadilan, sambil kita menunggu    jadwal  sidang dari Pengadilan  Tipikor. Kalau sudah ada jadwal    sidangnya nanti kita  informasikan kepada  rekan-rekan media,’’ kata Kajari.  

   Seperti  yang diberitakan sebelumnya, bahwa berdasarkan   hasil  audit BPK, telah ditemukan kerugian   negara sebesar Rp 611 juta lebih. Tersangka melakukan korupsi  terhadap dana operasional Puskesmas Binam maupun  puskemas pembantu  yang ada di bawah Puskesmas Binam dari bulan Mei-Desember 2016. 

   Modus yang dilakukan  oleh tersangka dengan memotong dana   operasional  puskesmas atau puskemas pembantu  tersebut. Selain  itu, tersangka juga  memotong honor dari   para petugas  atau  tidak membayar  honor dari petugas  puskesmas tersebut namun dalam pertanggungjawabannya  semuanya dilaporkan dibayarkan full. 

   Alasan  dari terdakwa tidak membayar full  karena petugas yang bersangkutan  tidak bekerja secara full dalam satu bulan. Sehingga sisa dari pembayaran honor itu seharusnya dikembalikan ke kas daerah, namun diduga masuk  ke kantong  pribadi  tersangka.  Karena  itu,    tersangka  dijerat dengan Primer Pasal 2 dan subsidair Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman  hukuman  maksimal 20 tahun penjara.   

   Kasus  korupsi ini sama   yang dilakukan oleh Mantan Kepala Puskesmas  Akat Kabupaten Asmat dimana  tersangkanya telah divonis   bersalah  oleh Hakim Tipikor Jayapura.  Kasus korupsi ini  terungkap bermula dari  Kejadian Luar Biasa  (KLB) yang terjadi di Asmat beberapa  tahun lalu,  sehingga Polda Papua memerintahkan  Polres Asmat untuk  melakukan penyelidikan  terhadap dana-dana yang  diturunkan ke seluruh puskesmas  yang ada di Asmat  apakah dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.  Atas penyelidikan yang dilakukan Polres Asmat  tersebut, penyidik menemukan   korupsi di Puskesmas  Akat dan Binam tersebut. (ulo)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: