Mantan Kepala Kantor PMK Asmat Ditahan

By

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Merauke Radot P. Sihombing, SH, MH didampingi Kasi Intel Imran Misbach, SH dan Kasi Pidsus Sugiyanto, SH, MH, saat memberikan keterangan kepada pers, terkait dengan penahanan 2 tersangka korupsi pada Kantor PMK Kabupaten Asmat tahun 2013, Senin (31/10)  (FOTO: Sulo/Cepos)

Termasuk Mantan Bendaharannya

MERAUKE- Mantan Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Kabupaten Asmat berinisial  ATS bersama mantan bendahara Kantor PMK Kabupaten Asmat berinisial YO akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri Merauke terhitung mulai Senin (31/10), kemarin. 

Keduanya ditahan dalam kasus dugaan korupsi  penyalahgunaan dana kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan strategis pembangunan kampung tahun 2013.   

‘’Hari ini, keduanya kita tahan setelah statusnya kita tingkatkan menjadi tersangka,’’ kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Merauke Radot P. Sihombing, SH, MH didampingi Kasi Intel Imran Misbach, SH dan Kasi Pidsus Sugiyanto, SH, MH, saat memberikan keterangan kepada pers, menjelang penahanan kedua tersangka tersebut.

    Kajari  mengungkapkan bahwa kasus korupsi ini berawal dari hasil pemeriksaan audit BPK  terhadap pertanggungjawaban atas  kegiatan pada Kantor PMK Kabupaten Asmat tahun 2013. Dari hasil audit itu ditemukan adanya potensi  kerugian negara yang tidak dapat dipertangungjawabkan oleh tersangka sebagai pengguna anggaran (PA) pada Kantor PMK Kabupaten Asmat tahun 2013. Kemudian ditindaklanjuti oleh Inspektorat Kabupaten Asmat.

  ‘’Lalu, kita melakukan penyelidikan dan penyidikan  sehingga kita memperoleh bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan kedua tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi ini,’’ tandasnya.

Kajari menjelaskan, saat penyidikan tersebut dilakukan tersangka ATS telah melakukan pengembalian sebesar Rp 55 juta dari kerugian negara sebesar Rp 865  juta lewat Inspektorat Daerah Kabupaten Asmat. Kajari Radot Parulian Sihombing juga menjelaskan, kedua tersangka tersebut menyalahgunakan uang negara tersebut untuk kepentingan pribadinya. Oleh karena itu, keduanya dijerat Pasal 2 dan Pasal 3  Jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun. (ulo)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: