Masyarakat dan Pelaku Usaha Keluhkan Harga Migor yang Masih Tinggi

By

Minyak goreng dalam kemasan yang disediakan Supermarket Saga Mal Abepura, Sabtu (28/5) (FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Walaupun stok Minyak Goreng (Migor) dalam kemasan di Kota Jayapura stoknya masih aman dan banyak merek yang hadir di pasar tradisional maupun pasar modern. Namun dengan harga minyak goreng yang masih tinggi tentu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan pelaku usaha.

 Hasan penjual sembako dan miyak goreng di Pasar Youtefa Abepura mengatakan, semenjak harga minyak goreng naik, memang cukup berpengaruh terhadap pembelinya baik itu pelaku usaha maupun masyarakat.

 Menurutnya, dengan harga minyak goreng seperti saat ini tentu cukup menyulitkan masyarakat dan pelaku usaha, karena harganya bedanya cukup jauh sekali. Dulunya minyak goreng 2 liter harganya sekira Rp 28 ribu, tapi kini minyak goreng 2 liter harga sudah mencapai Rp 58 ribu, dan minyak goreng 1 liter dulu harga Rp 14 ribu sekarang Rp 29 ribu (tergantung  mereknya) tentu ini sangat memberatkan pembelinya apalagi kebutuhan masak di dapur selalu membutuhkan minyak goreng.

 “Kenaikkan harga minyak goreng memang sangat luar biasa, untuk masyarakat yang bisa menyikapi dalam masak, ia hanya masak yang berkuah atau di rebus tentu tidak terlalu berpengaruh, tapi yang suka masak dengan membutuhkan minyak goreng seperti goreng ikan, ayam, tahu, tempe serta lainnya tentu berpengaruh. Apalagi yang punya usaha warung makan yang setiap hari masak membutihkan minyak goreng banyak tentu akan terasa sekali, karena sekarang sudah tidak ada lagi minyak goreng curah,”Ucapnya, Minggu (29/5)kemarin.

 Hal senada juga dikatakan, pemilik usaha pabrik kerupuk lokal di Entrop Sukiran mengaku, dampak dari harhga minyak goreng naik begitu signifikan membuat tempat usahanya kini sementara tutup sudah 2 bulan lebih, karena jika dipaksakan untuk produksi menggoreng kerupuk tidak ada untungnya malah rugi tenaga, terpaksa ia tidak berjualan karena dalam 1 hari butuh 80 liter minyak goreng dalam menggoreng kerupuk, belum lagi bahan lainnya, jadi ia lebih memilih berhenti dulu memproduksi kerupuk lokal.

Sementara itu Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura Robert LN Awi, ST.,MT.,mengaku, harga minyak goreng di pasaran memang masih tinggi dan banyak pelaku usaha warung makan mengeluh termasuk masyarakat. Sehingga hal yang ia lakukan adalah telah membantu masyarakat dalam menyediakan Migor curah subsidi yang dijual di masyarakat 5 distrik Kota Jayapura harganya Rp 15 ribu/liter dan ini dibatasi dalam pembeliannya.

 Sementara itu, General Manager Saga Ratail Group Jayapura Harris Manuputty mengakui, pihaknya tetap berusaha menghadirkan Migor supaya masyarakat tetap terpenuhi kebutuhan Minyak gorengnya dan menghadirkan berbagai macam merek sesuai kebutuhan masyarakat, serta tetap berusaha bagaiman menghadirkan produk minyak goreng yang harganya bisa terjangkau supaya masyarakat bisa membeli dengan nyaman, karena memang harga Migor saat ini masih tinggi, dan pemerintah juga berusaha bagaimana bisa mengendalikan harga Migor bisa kembali stabil.(dil/gin).

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: