Masyarakat Harus Produktif, Walaupun Kenaikan UMP Sedikit

By

JAYAPURA-Kepala Bank Indonesia Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga mengatakan, UMP Papua Tahun 2022 hanya naik 1.29 persen lebih tinggi dibanding nasional yang hanya 1.09 persen. Sehingga UMP Papua 2022 sebesar Rp 3.561.932 per bulan atau mengalami kenaikan Rp 45.232.

 Menurut Kepala BI Papua Naek Tigor Sinaga,  UMP Papua  memang sedikit mengalami kenaikkan, namun sejatinya jika masyarakat lebih produktif maka pertumbuhan ekonomi tetap terjadi di Papua dan masyarakat masih bisa menjalani hidup.

 “Kalau UMP itu lebih kepada bagaimana memenuhi kebutuhan hidup sepanjang produktivitasnya kita tingkatkan. Itu pasti tidak akan menimbulkan inflasi kalaupun misalnya naik harganya. Jika produktivitas tinggi,  otomatis produktivitasnya akan lebih banyak dari pada apa yang dikonsumsi,”ungkapnya, Rabu (24/11).

 Untuk itu, salah satu kunci meningkatkan produktivitas dengan inovasi dan digitalisasi, sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas.

 “Saya rasa UMP walaupun naiknya sedikit tidak masalah dan jika ada kenaikan inflasi tentu bisa ditekan sepanjang kita terus meningkatkan produktivitas dan kita meningkatkan melalui inovasi yang sudah ada,”ujarnya.

 Sementara itu, Sekretaris Aprindo ( Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) Provinsi Papua Harris Manuputty mengakui, kenaikan UMP tahun ini sedikit sekali. Hal ini juga dipengaruhi dampak dari pandemi Covid-19 yang masih ada dan saat ini pelaku usaha belum bisa bangkit 100 persen dalam menjalankan usahanya. Oleh sebab itu, pasti pemerintah ada perhitungan tersendiri untuk membantu pelaku usaha supaya bisa bangkit dari keterpurukan.

 Ditambahkan, yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya pandemi Covid-19 bisa segera berlalu sehingga aktivitas masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah bisa berjalan normal dan perekonomian kembali bangkit. (dil/ary)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: