Mengidap TBC, Anggota KKB Meninggal

By

WAMENA-Anggota Kelompok Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari Purom Wenda dan Goliat Tabuni, bernama Oniara Wonda  dinyatakan meninggal dunia setelah melakukan perawatan 2 bulan 2 minggu di RSUD Wamena lantaran sakit TBC. 

  Terdakwa dalam status tahanan dari Kejaksaan Negeri Jayawijaya  setelah mendapat penyerahan perkara ini pada 22 April lalu. Almarhum diajukan ke  persidangan dalam kasus penyerangan di Distrik Indawa Kabupaten Lanny Jaya yang menewaskan 2 orang anggota Polisi.

   Sebelumnya Oniara Wonda juga melakukan penyerangan di Kabupaten Puncak Jayawijaya dan tertangkap serta telah divonis 12 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Nabire, dan harus menjalani sidang di Wamena dengan kasus yang sama. Namun dalam sidang di Pengadilan Negeri Wamena yang bersangkutan tak banyak hadir dalam sidang karena kondisi kesehatannya yang tak memungkinkan.

  Kepala Kejaksaan Negeri Wamena DR. Andre Abraham, SH, LLM mengatakan Oniara Wonda menjalani sidang di Pengadilan Negeri Wamena terkait penembakan di distrik Indawa Kabupaten Lanny Jaya terhadap anggota polisi yang mengakibatkan tewasnya dua anggota polisi dan dia juga terpidana dalam perkara penembakan di daerah Mulia Kabupaten Puncak Jaya , yang sudah diputus oleh pengadilan negeri Nabire 12 tahun beberapa waktu lalu

   “Terdakwa atas nama Oniara Wonda, pada hari minggu 12 September, pukul 15.50 WIT  meninggal dunia di RSUD setelah dirawat dua bulan dan dua minggu oleh pihak rumah sakit karena penyakit TBC kronis, dugaan HIV dan kondisi luka tembak di bagian kaki kiri yang terpasang Besi Penyangga (Pen),”ungkapnya Selasa (14/9) kemarin

   Ia menyatakan sedianya terdakwa akan disidangkan di PN Wamena, akan tetapi pada saat dihadirkan di PN, kondisinya sakit sehingga hakim memutuskan untuk ditunggu sampai keadaanya lebih sehat lagi. Bahkan karena keadaaan tubuhnya tidak semakin baik, berkas sudah dikembalikan kepada jaksa penuntut umum untuk dilimpahkan kembali apabila kondisi terdakwa sudah sehat.

  “Pengembalian berkas perkara ini dengan catatan apabila kondisi terdakwa telah sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter, berkas perkara tersebut dapat dilimpahkan kembali.”bebernya

   Namun ternyata kondisi terdakwa terus mendurun, sampai dinyatakan meninggal Senin (13/9) kemarin dan dimakamkan di TPU Sinakma. ‘Keluarganya juga hari ini akan kita pulangkan ke Mulia di Puncak Jaya. selama yang bersangkutan sakit, yang menemani adalah mamanya dan adik sepupunya. mereka yang menjaga dia selama di rumah sakit.”katanya

   Ia menambahkan , berdasarkan pasal 77 KUHP perkara atas nama Oniara Wonda ini kewenagan penuntutannya dihapus karena terdakwa meninggal dunia sehingga perkara ini akan ditutup dan dinyatakan selesai. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: