Beranda UTAMA PAPUA Menhan: Pendekatan Kekerasan Bukan Solusi

Menhan: Pendekatan Kekerasan Bukan Solusi

0
Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu memberi sambutan dalam tatap muka dengan masyarakat Papua di Mega Futsal Abepura, Kamis (10/10). ( FOTO : Takim/Cepos)

JAYAPURA – Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu memberi apresiasi atas upaya bela negara yang terus dilakukan oleh sejumlah generasi penerus di Papua sebagai wujud rasa cinta terhadap NKRI. 

“Papua adalah bagian terpenting yang tidak terpisahkan dari NKRI sampai kapanpun, dan sebagai bela negara ini menjadi tanggung jawab kita bersama agar tetap menjaga keutuhan NKRI,”ujar Ryamizard dalam sambutan saat tatap muka dengan masyarakat 7 Wilayah adat Papua di Mega Futsal Abepura, Kamis (10/10) kemarin.

 Dirinya juga mengajak semua masyarakat untuk terus kobarkan semangat NKRI dan pancasila menjadi harga mati dari Sabang sampai Merauke. Sebagai warga negara patut bangga karena berada di sebuah bangsa yang sangat besar dengan berbagai suku, ras, agama dan budaya namun tetap kokoh dan tak terpisahkan.

 “Kita yang ada dalam bingkai NKRI ini adalah takdir Tuhan dimana dari berbagai perbedaan yang bukan menjadi sebuah persoalan dan bisa berdiri secara besama-sama dengan kokoh, gagah dan keramatamahan masyarakat yang ada didalamnya,”tegasnya.

Dirinya juga berharap dengan kehadiran para tokoh-tokoh adat dalam tatap muka tersebut diharapkan bisa saling bersinergi untuk menciptakan Papua ini tetap aman dan damai.

 “Kita sudah bertahun-tahun bagaimana mengamankan Papua, dengan bersenjata dan kekerasan saya rasa bukan menjadi solusi akan tetapi yang diharapkan saat ini bagaimana melakukan pendekatan yang lebih baik yakni dengan pendekatan hati bagaimana baiknya Indonesia dan Papua ini,”katanya.

 Sementara itu Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengakui bahwa sangat menyetujui Menhan sebagai anak Adat yang dimana bisa memberikan perhatian yang lebih kepada masyarakat Papua kedepan.

“Menhan sebagai anak adat Papua saya rasa baik juga karena dengan itu dia bisa melihat kita dalam hal apa saja keluhan dan persoalan yang terjadi pada masyarakat Papua,”ujar Tomi.

Dirinya juga mengakui bahwa sebagai anak adat atau pemimpin yang diangkat berarti salah satu tugasnya adalah mengayomi dan melindungi demi kesehateraan adik-adiknya atau masyarakat adatnya.

“Karena kesatuan, persatuan, kerukunan dan toleransi yang baik itulah sebenarnya yang kita inginkan khususnya masyarakat Tabi dimana bisa hidup berdampingan dengan masyarakat Nusantara di Tanah ini,”tuturnya.(kim/wen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here