Menuju Paskah, Polisi Akan Amankan Gereja

By

Gustav Urbinas: Kita Akan Bersinergi Melakukan Pengamanan

JAYAPURA- Pasca ledakan bom yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Gustav R Urbinas memerintahkan seluruh anggotanya yang ada di Polsek jajaran untuk memperkuat pengawasan dan monitoring ibadah menjelang perayaan Jumat Agung dan Paskah.

Kapolresta Kombes Pol Gustav R Urbinas mengatakan, pihaknya tetap melakukan pengamanan untuk rangkaian Paskah di setiap gereja yang ada di Kota Jayapura dengan  memaksimalkan personel.

“Anggota akan kami ploting langsung di gereja-gereja yang ada di Kotaa Jayapura. Selain itu dilaksanakan patroli untuk mobile situasi situasi rangkaian Paskah,” ucap Kapolresta Gustav Urbinas kepada Cenderawasih Pos, Senin (28/3).

Dikatakan, pihaknya bakal mengupayakan setiap gereja yang ada di wilayah hukumnya bisa terkafer dengan jumlah anggota yang ada. Minimal dua orang per gereja nanti dibantu dengan security maupun organisasi pemuda gereja masing-masing ataupun organisasi kemasyarakatan lain di luar daripada pemuda gereja tersebut.

“Yang mau melaksanakan partisipasi, kita akan bersinergi untuk melaksanakan pengamanan,” terangnya.

Terkait dengan ledakan bom yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Gustav Urbinas mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik dan tetap bergandengan tangan untuk menjaga Kota Jayapura agar tetap aman dan damai.

“Jangan panik dan tetap mawas diri. Mari sama-sama mengawasai lingkungan tempat kita tinggal untuk mencegah  oknum-oknum ataupun kelompok-kelompok yang hendak berniat jahat. Kami dari pihak Kepolisian tentunya melakukan langkah langkah deteksi dini,” ucap Kapolresta.

Dikatakan, setiap orang yang ada di kota ini harus berpartisipasi menjaga Kota Jayapura agar tetap aman dan damai. Apabila ada informasi yang menonjol ataupun mencurigakan, segera  menyampaikan kepada  pihak kepolisian supaya agar sama sama mengecek hal hal yang ditemukan di lapangan.

“Apabila ada  oknum ataupun kelompok orang yang mencurigakan yang tinggal di sekitaran tetangga ataupun lingkungan, bisa disampaikan kepada Babinkamtibmas atau Babinsa setempat, RT/RW agar bisa ditindak lanjuti secara bersama sama terkait keberadaan orang orang yang dirasa asing ataupun mencurigkan selama aktivitasnya,” tuturnya.

Kapolresta memastikan situasi Kota Jayapura hingga saat ini aman dan kondusif, aktivitas masyarkat tetap berjalan seperti biasa.

Sementara itu, terkait dengan insiden bom di Makassar. Kasat Binmas AKP Piter Kendek gandeng tokoh agama jaga Kamtibmas. Menyambangi para Tokoh Agama yang ada di Kota Jayapura.

Dikatakan, giat sambang kepada para tokoh agama yang berada di Kota Jayapura agar para tokoh agama dapat memberikan pemahaman dan pencerahan kepada jemaatnya juga kepada masarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang nantinya membuat situasi menjadi tidak kondusif di kota Jayapura terkait kejadian bom di depan Gereja Katedral di kota Makassar.

Adapun tokoh agama yang disambangi yakni, Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Pdt. J. Rahakbauw, S.Th, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jayapura Pdt. Willem Itaar, S.Th., M.Th dan Ketua Klasis Port Numbay Pdt. Hein Carlos Mano, S.Th., M.Si.

“Dari semua tokoh agama yang disambangi, telah sepakat dan siap mendukung aparat keamanan dalam menjaga Kamtibmas dengan tidak terpengaruh atas insiden bom bunuh diri yang terjadi di gereja katedral makassar,” tutur Kasat Binmas.

Sementara Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jayapura Pdt. Willem Itaar mengajak para warga khususnya di Kota Jayapura agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang nantinya membuat situasi menjadi tidak kondusif.“Mati bersama sama menjaga solidaritas antar umat beragama,” ajaknya.

Peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) juga mendapat perhatian dari Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM. Orang nomor satu di Kota Jayapura itu mengecam keras bentuk teror yang terjadi di Gereja Katedral Makassar.

Namum, sebagai sosok yang selalu menyuarakan toleransi antar umat beragama di Kota Jayapura, Wali Kota BTM meminta seluruh umat beragama dan masyarakat di Kota Jayapura, untuk tidak terprovokasi atas peristiwa tersebut.

“Saya mengecam keras bentuk teror yang terjadi di Gereja Katedral Makassar. Untuk itu, saya minta, semua tokoh agama di Kota Jayapura, baik Kristen, Hindu, Budha, Islam, Katolik, serta seluruh umat beragama, seluruh masyarakat Kota Jayapura, kita tidak boleh terprovokasi,”

Wali Kota BTM juga meminta masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan konten-konten yang menambah rasa takut di masyarakat di Kota Jayapura atas peristiwa yang terjadi itu.

“Marilah kita jaga kebersamaan kita. Mari kita jaga toleransi antar umat beragama di Kota Jayapura. Kita jaga kerukunan antar umat beragama di Kota Jayapura. Kita jaga kota ini aman dan damai sebagai Ibu Kota Provinsi Papua,” pintanya.

Toleransi dan kerukunan antar umat beragama dinilai sangat penting untuk dijaga di situasi seperti saat ini. Terlebih, umat Nasrani yang akan merayakan Paskah, dan umat Muslim yang akan menyambut Bulan Suci Ramadan atau Bulan Puasa.

“Kita telah bersama-sama menjaga kota ini sebagai kota yang toleran dan harmonis, sehingga Menteri Agama memberikan kita award. Mari kita buktikan itu bersama seluruh umat di kota ini. Ini ketegasan saya terkait peristiwa yang terjadi Minggu kemarin di Gereja Katedral Makassar,” terangnya.

“Ini bukan perbuatan salah satu agama. Semua agama mengajarkan kebaikan, kedamaian, saling cinta kasih sesama manusia, alam, dan lingkungan. Semua agama mengajarkan itu. Jadi, jangan kita bilang ini perbuatan agama tertentu. Itu tidak boleh!” pungkasnya. (fia/gr/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: