Merauke Termasuk Daerah Endemis Malaria Tinggi

By
Para  stakeholder saat mengikuti pada pertemuan koordinasi Surveilens Migrasi Malaria, Rabu  (24/7) ( FOTO : Sulo/Cepos)

MERAUKE – Kepala Kantor Kesehatan  Pelabuhan Merauke  Suprapto mengungkakan bahwa  berdasarkan  hasil penelitian yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, ternyata Merauke masih masuk dalam endemis tinggi malaria.  

   ‘’Untuk parasit insidennya, masih di angka 19. Artinya dari   ditemukan 19 warga  malaria dari setiap 1.000  penduduk. Itu berarti Merauke masih endemis tinggi. Kalau di atas angka 5 masih tinggi. Sementara 1-5 sedang dan dibawah angka 1  sudah rendah. Sedangkan angka 0 berarti sudah tereliminasi,’’ kata  Suprapto,   pada pertemuan koordinasi Surveilens Migrasi Malaria, Rabu  (24/7).

    Menurut Suprapto, masih tinggi   penularan dan penderita  malaria di Merauke   menjadi tantangan  tersendiri   bagi petugas  kesehatan yang ada di Merauke. Sebab 2030 mendatang, Indonesia   termasuk Kabupaten Merauke dan Papua pada umumnya sudah harus tereleminasi dari malaria. 

   Dikatakan, upaya  yang dilakukan adalah bekerja sama  dengan Dinas Kesehatan  dan berusaha memutus  mata rantai penularannya. Karena itu, program yang  dilaksanakan saat ini adalah bagaimana mendapatkan penderita sebanyak-banyaknya untuk segera diobati  sehingga   malaria tersebut  tidak  berkembang dan menular.  

  “Tujuan migrasi malaria ini  adalan penemuan kasus  baik secara aktif maupun secara pasif   kemudian dilakukan pengobatan kemudian dilakukan pencengahan dan penularan malaria dari satu daerah ke daerah lainnya. Artinya, ketika eorang ditemukan  positif  malaria maka dia harus segera diobati dan ketika berpindah kepada orang lain maka dia   harus terkontrol juga,’’ tandasnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: