Minimalisir Tenaga dan Waktu, Bantu Mekanisasi Usaha Untuk Tingkatkan Produksi

By

Kepala DPMK dan OAP Yopi Murib saat memantau kegiatan pelatihan bagi OAP  yang digelar di Waena pekan kemarin. (FOTO: Noel/Cepos)

Melihat Upaya DPMK dan OAP Provinsi Papua dalam Memberdayakan Masyarakat

Papua memang memiliki Sumber Daya Alam yan melimpah. Tak hanya itu, di tiap kampung juga memiliki potensi sumber daya alam. Hanya saja, belum dikelola secara maksimal untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Butuh sentuhan bekal  ketrampilan dan peralatan, supaya SDA ini benar-benar memberi manfaat maksimal.  

Laporan: Noel Wenda_Jayapura

Untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat di kampung-kampung, tidak boleh terus menerus bergantung dari uluran tangan dari luar. Masyarakat perlu diberdayakan dengan mengolah potensi alam yang ada di sekitarnya, untuk benar-benar memberikan manfaat secara ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kampung-kamung di Papua, yang banyak dihuni oleh Orang Asli Papua. 

 Karena itu,  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Orang Asli Papua (DPMK dan OAP) memberikan bekal ketrampilan, melalui pelatihan sekaligus bantuan beberapa mesin/peralatan untuk memudahkan bagi masyarakat mengelola potensi yang ada di wilayah masing-masing. 

  Sebut saja potensi kopi Papua, terutama daerah pegunungan yang sudah dikenal kualitasnya. Tak hanya itu saja, potensi yang lain yang melimpah dan bisa dikembangkan oleh diolah, seperti sagu, pisang, manggan maupun pertanian padi. 

  Sebelum, pemberian  bantuan mesin pengolahan itu, DMPK dan OAP awalnya  tentu harus punya data yang akurat yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu, perlu melakukan survey terlebih dahulu sesuai dengan potensi yang ada di kampung di Papua.

  “Kita terus dan terus melakukan pelatihan dan bantuan kepada masyarakat, karena selalu saya katakan bahwa jika menghadirkan teknologi yang besar, itu butuh waktu. Kalau pun itu dilakukan, ya tidak apa silahkan saja oleh pemerintah.”ungkap Kepala DPMK dan OAP Yopi Murib usai memberikan  pelatihan di Waena belum lama ini.

   “Namun, tugas kami khusus DPMK dan OAP tetap memperberdayakan masyarakat yang ada di kampung melalui kelompok – kelompok usaha yang ada di kampung-kampung sesuai dengan potensi hasil bumi, misalnya padi ya kita bantu mesin pengolahan padi, jika ada potensi unggul kopi ya kami bantu mesin pengolahan kopi,” ujarnya lebih lanjut. 

  Selain  itu, tujuan mekanisasi pertanian ini sendiri adalah mengelola dan memaksimalkan hasil produksi di dalam sektor pertanian itu sendiri. Serta mampu mencapai target yang telah dicanangkan di dalam pertanian. 

  Hal ini menyangkut hasil panen dan pengendalian hasil setelah panen. Mekanisasi pertanian ini juga mampu memaksimalkan lahan fungsi pertanian. Dimana akan banyak waktu pengelolaan tanah, pasca panen yang bisa dihemat dan kemudian digunakan sebagai masa tanam produktif pada lahan pertanian. 

  Selain itu juga menghindari terjadinya gagal panen yang diakibatkan oleh kurangnya jumlah tenaga kerja yang dimiliki oleh sektor pertanian, maka dalam hal ini penggunaan alat-alat pertanian modern dapat membantu dan mengurangi hal tersebut.

   Berkaitan dengan hal diatas dalam rangka menumbuhkan ekonomi rakyat di kampung, Dinas DPMK dan OAP  Papua terus gencar menggelar pelatihan sekaligus memberikan bantuan alat pengolahan kopi, sagu, padi, pisang, mangga dan usaha ikan kepada kelompok usaha masyarakat. 

   Pelatihan pengolahan hasil pertanian ini, DPMK dan OAP Provinsi Papua bekerjasama dengan Peneliti asal Uncen Jayapura, Drs I Made Budi yang berlangsung selama 2 hari, 2 – 3 Desember 2022 lalu, dengan menghadirkan peserta dari  beberapa kabupaten berbeda di Papua.

  Pelatihan dan bantuan peralatan pengolahan kepada kelompok usaha masyarakat yang sudah berjalan akan memiliki potensi besar untuk dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan terutama orang asli Papua. Karena itu, DPMK dan OAP berupaya menumbuhkan ekonomi rakyat di kampung-kampung dengan menggunakan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk mengembangkan usaha masyarakat di kampung.

  “Di sisi lain, kami juga mengenalkan teknologi yang sederhana dan mudah dioperasionalkan oleh masyarakat di kampung untuk mengolah hasil bumi mereka, sehingga lebih efisien dan menguntungkan, sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat kampung, apalagi tujuan akhir kita adalah peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yopi.

  Pelatihan dan pemberian bantuan mesin pengolahan hasil bumi kepada kelompok usaha masyarakat ini, ternyata juga disambut positif   oleh masyarakat.  

  Bonefasius Pisakor petani lokal Kabupaten Keerom mengaku dirinya bersama kelompok tani dari Kabupaten Keerom sangat bersyukur dan berterima kasih adanya dana otsus yang bisa tepat sasaran dengan memberikan alat serta pelatihan seperti ini.

  “Saya merasa sangat luar biasa dan buat kami terharu karena bantuan seperti begini tidak pernah kami dapat dulu orang tua mereka tanam jagung asal tanam dan tidak berpikir bagaimana memproduksinya untuk menghasilkan pendapatan,  karena tidak ada jalan, tidak ada juga bantuan seperti ini ,” tuturnya.

   “Kami menyampaikan terima kasih kepada kepala DPMK provinsi, Yopi Murib,  ini sangat luar biasa, dan adanya pelatihan langsung oleh pembuat mesin ini sangat luar biasa kami menyampaikan terima kasih, ke depannya kami akan maju dengan adanya teknologi ini, untuk padi dan jagung,” katanya.

  Sementara itu, Drs I Made Budi menyampaikan sebagai peneliti dan pengajar lokal dia dipercaya untuk memberikan pelatihan sekaligus menggunakan teknologi yang diciptakannya akan menghemat tenaga dan mampu meminimalisir waktu.

  “Kita tahu persis dengan pengalaman 36 tahun mengajar di Papua, saya tahu persis Papua terutama isi sumber daya alamnya. Untuk itulah, muncul untuk membuat teknologi, karena biar bagaimanapun hebatnya SDA, jika tanpa teknologi ya pasti lambat perkembangannya terutama pengolahan hasil bumi rakyat Papua,” katanya. 

   Dengan kemajuan teknologi saat ini, masyarakat Papua diharapkan untuk bisa secara mandiri memanfaatkan sumber daya alamnya untuk dikelola menggunakan mekanisasi guna menghemat tenaga waktu dan juga efisiensi kerja hal ini untuk membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk secara teliti lagi melihat orang Papua yang memiliki semangat bertanya namun belum didukung mekanisasi agar dapat diberikan bantuan disertai pelatihan sehingga mereka juga dapat bersaing dan menghasilkan produk pertanian yang unggul serta mampu bersaing di pasar. (*/tri) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: