Minta Baca dan Menulis Masih Sangat Rendah

By

Pembukaan lomba Literasi Baca Tulis di SD Terpadu Nurul Hidayah Wamena, Sabtu, (10/9). ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA–Guna meningkatkan minat baca sejak usia dini, SD Terpedu Nurul Hidayah Wamena menggelar lomba Literasi Baca Tulis, serta menyediakan pojok baca dalam kelas. Hal ini dimaksudkan untuk menerapkan 15 menit sebelum masuk kelas harus membaca dan 15 menit sebelum pulang sekolah. 

Kepala Sekolah SD Terpadu Nurul Hidayah Wamena, Siti Aminah, SPd,  menyatakan, lomba Literasi Baca Tulis, Kerasikan Kelas, Menyanyi lagu Kebun Huruf, Menyusun Puzzle, Baca Puisi, Menulis Puisi, Karangan bebas, Cerdas Cermat, baru pertama kali dilakukan setelah 6 tahun sekolah ini berdiri, dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan minat baca dari anak -anak didik semakin meningkat.

“Di setiap kelas juga kami sudah siapkan pojok baca, kami juga mendapat sumbangan buku -buku dari para donatur, salah satunya BSMI Cabang Jayawijaya,”ungkapnya, Sabtu (10/9)

Di tempat yang sama, fasilitator dari Yayasan Berkat Lestari yang bekerjasama dengan Unicef Christoforus menyatakan konsen dalam pembinaan sekolah yaitu literasi dalam hal ini baca dan tulis, contoh dari kelas I -III itu diajarkan baca dan tulis, sedangkan kelas IV -VI membaca untuk belajar artinya membaca untuk mendapatkan sesuatu.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Jayawijaya, Samuel Tanding menyatakan, menyangkut literasi memang di Indonesia masih sangat rendah, tahun 2022 ini dari 70 negara, Indonesia berada di posisi 62 artinya, di Indonesia minat membaca dan menulis sangat rendah, oleh karena itu kurikulum K 13 mengisyaratkan 15 menit sebelum masuk dan pulang sekolah, siswa diharuskan membaca dan itu sudah diterapkan di SD Terpadu Nurul Hidayah Wamena.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: