Beranda OLAHRAGA Misi Balas Dendam

Misi Balas Dendam

0
Titus Bonai (FOTO : ERIK / CEPOS)

 JAYAPURA-Persipura Jayapura kembali melakoni lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2019, dengan menjamu Arema FC di Stadion Aji Imbut Tenggarong, Kalimantan Timur, Minggu (20/10) malam, pukul 20.30 WIT (Live Streaming vidio.com).

Laga ini diprediksi berjalan sengit, sebab Arema FC bukan lawan yang mudah ditaklukan oleh Boaz Solossa dan kawan-kawan. 

Terakhir, diputaran pertama Persipura takluk 3-1 dari Singo Edan julukan Arema FC. 

Apalagi Persipura harus menjamu Arema FC tidak di depan pendukungnya sendiri. Meski bak tim musafir, namun melihat performa apik yang diterapkan sangat pelatih Jacksen Tiago, bukan perkara sulit untuk bisa kembali mengamankan tiga poin agar bisa mendongkrak posisi mereka ke papan atas.

Persipua juga sedikit diuntungkan atas tim tamu yang datang dalam kondisi kurang baik pasca menelan kekalahan 6-2 dari tuan rumah PSM Makassar, Rabu (16/10) lalu. 

Meski begitu, sang pelatih Jacksen Tiago tetap mewanti-wanti kebangkitan tim lawan yang sudah kehilangan tiga poin dilaga sebelumnya.

“Kita sudah melakukan persiapan dengan baik, hampir seminggu di Jayapura dan selebihnya di Tenggarong. Kita sudah siap untuk pertandingan besok (Minggu, Red)” ungkap Jacksen Tiago kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Jumat (18/10) siang kemarin. 

Pelatih berpaspor Brasil itu juga mengakui, jika pertandingan ini akan berjalan ketat. Sebab, sejarah pertemuan kedua tim selalu mempertontonkan pertandingan menarik. Dimana kedua tim silih bergantian mengalahkan. 

Menurut Jacksen, Arema FC juga memiliki nama besar, sehingga sekarap menyulitkan tim yang juga memiliki nama besar seperti Persipura.

“Arema FC sama dengan Persipura punya nama besar. Dan kita tahu pertandingan dengan Arema selalu seru. Harapan kita semoga apa yang kita sudah rencanakan bisa berjalan dengan baik dan bisa dapat poin,” ujarnya.

Pelatih berusia 51 tahun itu juga membeberkan bahwa menjamu tim sekelas Arema FC di luar Papua menjadi pekerjaan berat bagi timya. Sehingga ia berharap, pemainnya bisa menjaga tren baik mereka agar bisa mengkudeta Arema FC di peringkat enam.

“Saya percaya dengan pemain saya, semua dalam keadaan siap. Segala sesuatu yang berkaitan dengan taktik dalam sepak bola sudah kami siapkan, sehingga saya yakin bisa meraih poin. Kami juga harus akui jika bermain diluar Papua itu memang sulit. Tapi kita bersyukur pemain bisa tampil luar bisa disetiap pertandingan dan bisa raih kemenangan. Karena itu juga berkat yang luar biasa dari Tuhan,” jelasnya.

Dalam pertandingan kali ini juga, Jacksen bisa menurunkan skuat terbaiknya. Seluruh pemainnya dalam kondisi on fire. Hanya Marinus yang masih dalam kondisi pemulihan cedera.

Diketahui, saat ini Persipura sudah melakoni 20 pertandingan dan menempati peringkat tujuh dengan 33 poin. Terpaut 15 angka dari Bali United di puncak klasemen sementara yang juga sudah memainkan 20 pertandingan. 

Sementara Arema FC berada satu tangga di atas Persipura dengan mengemas poin sama (33) dari 21 pertandingan. (eri/nat)

at adat dan paguyuban di halaman Kantor LMA Jayawijaya. ( foto : Denny/ Cepos )

WAMENA – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyatakan kepada masyarakat adat di Jayawijaya jika kehadiran aparat gabungan TNI/ Polri yang begitu besar di Jayawijaya ini karena adanya masalah yang terjadi di Wamena. Kehadiran mereka juga tidak untuk menakut nakuit masyarakat tetapi membantu melakukan pemulihan di Wamena.

   Menurutnya, mungkin masyarakat Jayawijaya tak pernah membayangkan akan hadir pasukan yang besar di Wamena ini kalau tidak ada persoalan di tanah ini atau kota Wamena ini. Pihaknya mewakili TNI/ Polri ingin menyampaikan jika kedatangannya bersama Pangdam XVII / Cenderawasih dengan pasukan yang besar ini karena ditugaskan dari pimpinan untuk menyelesaikan persoalan ini.

  “Kami hadir di Wamena dengan jumlah yang besar karena ada problem atau masalah di Wamena yang ingin kita selesaikan dengan baik, gabungan satuan tugas kami disini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan ketertiban yang sudah terjadi sejak 23 september lalu,”ungkapnya Jumat (18/10) di halaman kantor LMA Jayawijaya

   Harus diakui, Lanjut Waterpauw, masalah yang terjadi kemarin bukan masyarakat yang melakukan, tetapi ada kelompok –kelopok atau personal yang melakukannnya, dan orang –orang itu di depan hukum harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, sehingga tak ada alasan bagi aparat gabungan untuk tidak melakukan upaya hukum.

  “Kami akan tetap melakukan upaya hukum kepada mereka yang melakukan aksi –aksi yang sama sekali tidak diketahui oleh masyarakat sendiri,”bebernya

   Kehadirannya juga, Kata Kapolda, akan membangun komunikasi dengan para ketua –ketua adat di Jayawijaya, dimana ia akan berupaya untuk meyakinkan semua pihak jika persoalan yang terjadi Di Wamena sudah boleh selesai.

   “Saya sempat berpikir mengapa kita ini selalu ingin hidup dalam permasalahan seperti ini, coba berkaca kepada saudara –saudara kita yang lain yang juga punya masalah tetapi mencoba menyelesaikan masalah juga dengan baik,”kata Paulus Waterpauw

  Di  tempat yang sama Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengakui jika kehadiran aparat keamanan di Jayawijaya tidak untuk menyakiti masyarakat, kedatangan aparat ini hanya untuk memberikan jaminan keamanan kepada seluruh masyarakat Jayawijaya sehingga masyarakat jayawijaya tak perlu takut dengan hal itu dan tetap melaksanakan aktifitasnya seperti biasa.

  “Saya ingin sampaikan kepada masyarakat Jayawijaya agar tak perlu takut  dengan kehadiran aparat keamanan di Jayawijaya, silahkan mama-mama, bapa, adik –adik melaksakan aktifitasnya seperti biasa,”tegasnya kepada kepala –kepala Suku dan Ketua paguyuban. (jo/tri) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here