Mudahkan Dalam Pelaporan RFK dan Hindari Perbedaan Data

By

PPTK pembuat aplikasi Sirefka sekaligus Kasubid Evaluasi dan pelaporan Bappeda Kota Jayapura Ruslan Syahril saat menjelaskan program dan keunggulan aplikasi Sirefka saat dilaunching oleh Pj Wali Kota Jayapura Dr Frans Pekey, M.Si, di aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (24/10)kemarin. (FOTO: Priyadi/Cepos)

Menilik Lebih Jauh Manfaat Aplikasi Sirefka yang Dikembangkan Bappeda Kota Jayapura 

Pemerintah Kota Jayapura melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah  (Bappeda) Kota Jayapura telah memiliki  aplikasi Sistem Informasi Realisasi Fisik dan  Keuangan (Sirefka) yang langsung dilaunching Pj Wali Kota Jayapura Dr Frans Pekey, MSi, di aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (24/10). Lantas apa yang manfaat dan yang menarik dari aplikasi ini? 

Laporan: Priyadi_Jayapura

Pemerintah Kota Jayapura yagn berada di ibu kota Provinsi Papua terus berupaya melakukan terobosan dalam system pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari Kota Jayapura yang sering menjadi barometer atau tolok ukur kemajuan pembangunan di Papua. Olah karena itu, Pemkot terus mendorong kreatifitas dan inovasi di jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemkot Jayapura. 

  Salah satu inovasi baru yang dikembangkan yakni aplikasi Sistem Informasi Realisasi Fisik dan Keuangan atau disingkat dengan istilah Sirefka. Terkait aplikasi ini, PPTK pembuat aplikasi Sirefka sekaligus Kasubid Evaluasi dan pelaporan Bappeda Kota Jayapura Ruslan Syahril memberikan penjelasannya.

   Menurut Ruslan Syahril, tujuan pembuatan aplikasi Sirefka adalah mempendek birokrasi kerja antara Bappeda dengan OPD lain. Terutama  dalam hal penyampaian laporan realisasi fisik dan keuangan (RFK). Saat masih   menggunakan laporan manual, maka kasubag program dari tiap tiap OPD membawa laporan perkembangan Realisasi Fisik Keuangan (RFK) ke Bappeda, namun dengan adanya aplikasi Sirefka, maka para Kasubag tiap-tiap OPD bisa meng input RFK dari tempat OPD-nya masing-masing. Bahkan dari OPD terjauh yang ada Distrik Muara Tami. Bahkan kedepan kepala daerah bisa langsung memantau laporan RFK kapanpun dan dimanapun berada.

  Aplikasi ini juga bisa mengurangi beban kerja dari Bappeda dalam penginputan RFK secara manual. Dimana saat masih secara manual, laporan RFK diantar oleh kasubag program dari tiap tiap OPD itu kemudian diinput ulang oleh bidang pengendalian lalu direkap baru dibuat laporan. Namun dengan adanya Sirefka makan hasil inputan dari tiap tiap OPD tidak perlu diinput ulang dan direkap lagi karena menunya sudah ada semua dalam aplikasi. Setiap bidang yang ada di Bappeda bisa langsung memantau dan bisa jadi bahan untuk melakukan monitoring lapangan ke OPD terkait.

   Aplikasi ini ini juga bisa menghindari perbedaan data antara Bappeda dengan OPD lainnya. Selama ini saat monitoring meja biasa ada sanggahan, karena adanya beda data yang dilaporkan Bappeda dengan data yang ada di tangan OPD. Namun dengan adanya aplikasi Sirefka maka hanya ada 1 data, yaitu data dalam aplikasi Sirefka dan yang menginput itu adalah OPD masing-masing dan sumber data diambil dari aplikasi SIPD yang merupakan aplikasi pusat yang memuat semua anggaran OPD Pemerintah daerah.

  Aplikasi Sirefka merupakan aplikasi daerah dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik. Sebab, ini i adalah pertama kalinya Bappeda Kota Jayapura membuat aplikasi berbasis website, sehingga dengan adanya aplikasi Sirefka bisa menjadi inovasi baru daerah Pemkot khusus Bappeda Kota Jayapura. Aplikasi ini juga dibuat bersama Bapenda yang dipimpin oleh Kabid pendataan Sinyo Noriwari.

  Sementara itu, Pj Wali Kota Jayapura Frans Pekey mengakui, sebagai wujud penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan pemerintah Kota Jayapura dan bisa mempermudah para pimpinan OPD dalam mengontrol dan mengawasi realisasi fisik dan keuangan, dimana saja dan kapan saja, menjamin keakuratan data antara data yang bersumber dari Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) d dan yang bersumber dari Sirefka

  “Walaupun aplikasi sudah di launching, tetapi bagaimana kinerja percepatan  OPD juga harus terus diperhatikan. Sehingga kecepatan input ini penting, saya harap semua menggunakan  aplikasi ini hingga tingkat Puskesmas, Kelurahan, Sekolah yang menerima dana APBD semua dikonekkan. Supaya semua menyampaikan laporan tepat waktu demi mempermudah menyampaikan laporan,”  ucapnya.

   Ditambahkan,  memang di Pemkot juga banyak aplikasi karena itu masing-masing OPD yang mengelola konsisten dalam menggunakannya. “Jangan sampai hanya launching seremoni, tidak tahu barang jalan atau tidak, tapi yang sudah dilaunching tetap harus diimplementasikan dalam tugas dan kerja,’’tandasnya.(*/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: