Mulai Bongkar dan Kemasi Barang

By
Salah satu  keluarga yang menempati rumah dinas  yang akan dibangun rumah susun (Rusun)    untuk mendukung pelaksanaan PON di Merauke saat sedang mengemas barang dan perabot rumah mereka, Senin (1/7).  ( FOTO : Sulo/Cepos  )

MERAUKE-  Sejumlah  pegawai maupun pensiunan  yang menempati  rumah dinas  Bina Marga di sekitar  Pompa Air, belakang    RRI Merauke  mulai melakukan pembongkaran dan mengemasi barang  mereka.  Dari pantuan   media ini,   5 kepala  keluarga yang  tinggal di rumah  dinas  tersebut mulai membongkar bangunan-bangunan itu dan mengemas barang mereka.  Bangunan ini  akan segera dibongkar  untun pembangunan   rumah rusun  dalam rangka  mendukung pelaksanaan PON XX di Merauke.  

    Jeklina, anak dari almarhum  Alnordus  Katigop salah satu   yang menempati  rumah dinas tersebut mengaku  sudah harus keluar dari rumah tersebut  karena pihaknya  sudah diminta segera mengosongkan  rumah   itu, karena akan  segera dilakukan pembangunan.

   Hanya saja Jeklina mengaku   pihaknya   belum diberikan  bantuan    untuk membiayai  perabot   rumah tangga yang akan dipindahkan tersebut. ‘’Kita sudah minta    kepada Balai, tapi  dari sana jawabannya bahwa  baru diusulkan. Mudah-mudahan  biaya  pemindahan  barang ini  ada,’’  harapnya. Selain  itu, lanjut   Jeklina, pihaknya juga sudah menyerahkan    foto copi sertifikat tanah   untuk  kemungkinan  mendapat bantuan  dari Dirjen  Perumahan Rayat  PUPR. 

 “Karena yang  akan bangun  Rusun ini dari Balai Perumahan Rakyat PUPR’’ jelasnya. 

  Hal yang sama  disampaikan  oleh Binsar. Pegawai  Balai Jalan Nasional XXII Merauke ini nampak sedikit kecewa. Pasalnya,   pembongkaran  rumah yang ditempati  tersebut tidak mendapatkan sedikit ganti rugi. Padahal, menurut dia,    tidak sedikit uang  pribadi yang ia keluarkan  untuk melakukan penambahan  di rumah dinas tersebut. Sambil mengajak Cenderawasih Pos  melihat-lihat   ke dalam rumah yang   mulai dibongkar    itu, Binsar mengaku   sudah meminta  untuk  bisa mendapatkan ganti rugi, namun  tetap  tidak ditanggapi. 

  “Kalau soal  biaya pemindahan  barang  kita belum tahu, apakah ada atau  tidak. Padahal biaya  angkut  barang saja tidak sedikit,’’ katanya.

   Untuk sementara, Binsar mengaku      telah membuat pondok-pondok    kecil untuk  tempat berlindung   bersama istri dan anak.   Meski demikian,   Binsar mengaku   sertifikat tanah masing-masing yang menempati rumah dinas tersebut sudah diserahkan ke Balai Perumahan Rakyat   untuk  dapat dibantu bangun  rumah. 

  “Kalau janjinya  kemarin, sebelum   rumah ini dibongkar  akan dibantu rumah,  tapi sampai sekarang belum ada,’’ terangnya.  Binsar menambahkan, awalnya    yang ada sebenarnya rencana penambahan 5 unit rumah dinas  yang ada di sekitar rumah yang dibongkar tersebut. ‘’Tapi tahu-tahunya  justru   Rusun yang  dibangun dan kita yang harus cari jalan,’’ tandasnya. (ulo/tri)    

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: