Nataru Tanpa Penyekatan, Jalur Darat Jadi Pilihan

By

Liburan Tahun Baru ke Tempat Wisata Potensial Kerumunan 

JAKARTA-Arus lalu lintas Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini bakal lebih mulus. Polri memastikan PPKM Level tiga Nataru minus penyekatan arus. Jalur darat, khususnya kendaraan pribadi akan menjadi pelipur, apalagi tempat wisata tidak ditutup. Penerapan protokol kesehatan (prokes) akan menjadi kunci mencegah Covid 19 menyalur. 

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Ahmad Ramadan menjelaskan, penyekatan lalu lintas memang tidak ada dan digantikan dengan pengamanan sesuai PPKM level tiga. Pola pengamanan ini akan merujuk kondisi dan situasi setiap wilayah. “Disesuaikan,” ujarnya. 

Minusnya penyekatan pada Nataru tahun ini tentunya akan membuat mobilitas masyarakat meningkat. Karena itu Polri telah melakukan pemetaan wilayah yang potensial menjadi sasaran mobilitas masyarakat. “Langkah lain masih digodok lagi,” jelasnya. 

Pengamat Transportasi Djoko Setijawarno memahami mengapa penyekatan tidak lagi diperlukan. Menurutnya, ada kondisi yang berbeda antara Nataru tahun lalu dengan tahun ini, yakni sebagian besar masyarakat telah divaksin. “Karena itu justru akan menjadi tanda tanya kalau masih ada penyekatan,” ujarnya. 

Masyarakat akan menilai buat apa mendapatkan vaksin Covid 19, bila masih ada penyekatan arus lalu lintas. Namun, memang perlu disadari risiko tetap ada karena mobilitas masyarakat yang akan tinggi. “Dengan tanpa penyekatan, semua akan memilih jalur darat,” tuturnya.

Masyarakat akan memilih jalur darat, baik transportasi umum atau pun kendaraan pribadi. Untuk transportasi umum kemungkinan akan menjadi pilihan kedua, namun yang perlu diatur soal prokes dalam transportasi umum tersebut. “Harus ketat penerapan prokes di transportasi umum,” tegasnya. 

Sebagian besar masyarakat tentunya akan memilih menggunakan kendaraan pribadi. Karena merasa lebih aman dan nyaman karena risiko terkena Covid 19 lebih kecil dibanding transportasi umum. “Maka, tujuan mobilitas itu menjadi penting,” terangnya. 

Libur Nataru dan Idul Fitri memiliki perbedaan karakteristik. Untuk Nataru tujuannya lebih ke tempat wisata, sedangkan Idul Fitri sebagian besar mengarah ke kampung halaman alias mudik. “Karena itu prokes di tempat wisata menjadi penting,” ujarnya. 

Apalagi, tempat wisata saat PPKM Level Tiga kali ini memang tetap beroperasi. Dia mengatakan, tentunya kepolisian perlu untuk memberikan perhatian lebih terhadap penerapan prokes di tempat wisata. “Tapi, ini bukan hanya urusan polisi,” jelasnya. 

Pemerintah daerah diharapkan berperan lebih dalam menjaga terjadinya kerumunan di tempat wisata. Satpol PP dan petugas harus disiapkan untuk memastikan tidak ada kerumunan yang akan memicu penyebaran Covid 19. “Sudahlah, cukup sampai gelombang kedua, jangan sampai ada yang ketiga,” harapnya. (idr/JPG)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: