Ngabalin: Tolak Radikalisme dan Ucapan Kebencian!

By
Ribuan  warga Merauke  saat mengikuti  deklarasi cinta damai yang digelar  di  halaman Kantor Bupati Merauke, Senin (6/9).   (FOTO : Sulo/Cepos)

MERAUKE –  Ribuan warga  Merauke    mendeklarasikan   cinta damai     di halaman Kantor   Bupati Merauke, Senin (16/9). Kegaitan yang  dihadiri   Staf  Ahli Presiden  Dr. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si, ini juga dihadiri seluruh etnis nusantara  yang ada di Merauke   termasuk  pelajar SD, SMP, SMA-SMK dan mahasiswa   ambil bagian   dalam   kegiatan  yang dimulai  sekitar  pukul 15.30 WIT tersebut.  

  Diawali dengan  prosesi seluruh  etnis masuk ke dalam arena kegiatan, dilanjutkan dengan  pembentangan bendera merah putih  sepajang 74 meter  dari STIA Karya Dharma Merauke.    Kemudian dilanjutkan dengan  doa bersama dari 5 tokoh agama, Katolik, Protestan, Islam, Hindu dan Budha  dilanjutkan  dengan  pembacaan deklarasi   cinta damai   oleh Ketua Himpunan Keluarga Jawa Madura  (HKJM)  didampingi Ketua LMA Kabupaten Merauke.  

    Deklarasi   yang   terdiri dari 4 poin tersebut  diantaranya  seluruh komponen bangsa  yang ada di Kabupaten Merauke bersepakat menjaga  persatuan dan kesatuan di Tanah Papua. Kedua, hidup berdampingan, rukun dan damai    dan penuh kasih  dalam bingkai Izakod  Bekai Izakod Kai.  Ketiga, sepakat  tidak terpengaruh oleh   issu-issu yang   tidak benar dan menolak rasis. Keempat,  meminta pemerintah provinsi,  pemerintah kabupaten/kota  di seluruh Indonesia untuk memberi perlindungan   dan keamanan yang  berdomisili atau  berstudi di daerah masing-masing.   

    Staf  Ahli Kepresidenan Dr. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si  menilai  deklarasi cinta damai  ini sebagai tonggak sejarah dimana   memulai sebuah catatan deklarasi cinta damai yang dimulai dari Merauke.  Menurutnya, pesan-pesan  kedamaian di atas seluruh etnis  karena  itulah yang tertuang dalam seluruh kitab suci yang diturunkan  Allah  baik lewat Alkitab,  Alquran, dan kitab Suci lainnya. 

  Ngabalin mengaku   merasa sedih karena  Fakfak   juga  bisa bergejolak. padahal sepanjang sejarah republik  Indonesia, Fakfak   tidak  pernah berdarah seperti  kemarin.  ‘’Tuhan memberkati  Merauke sampai  hari ini memegang prestasi  aman, damai terkendali,’’   jelasnya.       

   Iapun meminta kepada seluruh etnis    yang datang ke Papua  khususnya Merauke   untuk menjaganya dengan baik. Iapun meminta kepada  tokoh –tokoh agama saat di rumah   ibadah masing-masing menitip nama Presiden dan titip negeri  ini dalam doa, doa penuh cinta dan kasih  sayang agar   generasi baru Republik ini muncul dalam kita  dan kasih saying. ‘’Kita menolak radikalisme,  kita menolak seluruh ucapan kebencian,’’ tandasnya.   

  Bupati  Merauke Frederikus Gebze dan  tokoh Selatan Papua  Drs Johanes Gluba Gebze juga memberikan sambutan yang   pada intinya meminta seluruh orang yang  tinggal di  Tanah Animha  untuk menjaga persatuan dan kedamaian di tanah ini. (ulo/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: