OJK : Penawaran Pinjol melalui SMS/WA Ilegal

By

JAYAPURA-Saat ini sudah mulai marak penawaran pinjaman online (Pinjol) yang ditawarkan melalui SMS/WA. Hal ini ditegaskan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Papua dan Papua Barat Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak bersama Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L.Tobing.

 Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing  mengingatkan  masyarakat untuk selalu berhati-hati dengan penawaran pinjaman online ilegal yang semakin marak terjadi di tanah air. 

 Hingga saat ini OJK melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) telah memblokir 3.193 pinjaman online (Pinjol) ilegal yang sebagian besar memanfaatkan data pribadi nasabah untuk keperluan penagihan dengan intimidasi.

   “Selain proses penagihan yang tidak manusiawi, fee-nya juga sangat tinggi. Pinjam Rp 1 juta hanya diberikan Rp 600 ribu dan bunga yang dijanjikan 0,5% per hari menjadi 2,5% per hari. Jangka waktu pinjaman disepakati selama 10 hari namun pada hari ke-tujuh sudah dilakukan penagihan dengan intimidasi dan tidak beretika,”ungkapnya, Jumat (27/6). 

 Tongam L. Tobing menyampaikan bahwa saat ini terdapat 125 Pinjol yang terdaftar di OJK. Masyarakat diimbau agar melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum memutuskan akan meminjam sejumlah uang melalui Pinjol. Pengecekan dapat dilakukan melalui website www.ojk.go.id atau melalui call center OJK 157 dan WA 081 157 157 157.

 Pada kesempatan lain, Adolf Fictor Tunggul Simanjuntak selaku Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat menyampaikan bahwa tidak sedikit masyarakat di Tanah Papua yang telah memanfaatkan layanan Pinjol yang terdaftar di OJK. 

 Hingga April 2021, terdapat 325.500 rekening peminjam yang berasal dari Provinsi Papua dengan akumulasi penyaluran pinjaman sebesar Rp 579 Miliar dan 37.536 rekening peminjam dari Provinsi Papua Barat dengan akumulasi penyaluran pinjaman sebesar Rp 123,69 Miliar.

   Selain itu, saat ini seluruh Pinjol yang terdaftar di OJK dilarang menawarkan produk melalui SMS/WA tanpa persetujuan konsumen, sehingga masyarakat diimbau agar mengabaikan penawaran pinjaman online melalui WA/SMS yang tidak dikenal,  karena dipastikan penawaran dimaksud berasal dari Pinjol Ilegal.(dil/ary)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: