Ojol Belum Merasakan Dampak Signifikan

By


Terkait Kebijakan Larangan Makan di Tempat dan Harus Take Away


JAYAPURA- Pendapatan Ojek online (Ojol) baik Grab maupun Gojek sampai saat ini masih belum maksimal. Walaupun adanya SE Wali Kota Jayapura terkait penerapan PPKM Level IV bahwa masyarakat tidak diizinkan makan di tempat hanya bisa take away.
Seharusnya adanya SE ini bisa menambah peluang para ojek online untuk bisa lebih banyak menerima pesanan pengantaran makanan.
“Walaupun sekarang sudah banyak restoran di mall-mall restoran dan kafe tidak menerima layanan makan di tempat dan harus take away, namun belum berpengaruh signifikan terhadap omzet kami. Palingan hanya pelanggan saja yang terbiasa menggunakan aplikasi Ojol seperti grab dan Gojek saja yang pesan,”ungkap Ahmad, salah satu Ojol Grab di Abepura, Jumat (6/8).
Ahmad mengakui, selama pandemi Covid-19 perekonomian sangat turun sekali dan animo masyarakat dalam berbelanja dan beli makanan kurang. Ia mencontohkan saja orderan setiap hari tidak banyak dan orang order palingan siang hari atau sore hari, sementara di malam hari sudah tidak bisa lagi karena aktivitas pelaku usaha dan masyarakat dibatasi sampai pukul 20.00 WIT.
Hal senada juga dikatakan, Agus selaku Ojek online (Ojol) di Abepura. Ia mengaku, sejauh ini adanya SE Wali Kota Jayapura salah satu poin isinya masyarakat dilarang makan di tempat, namun harus take away, namun ini belum berdampak signifikan terhadap Ojol dalam menerima pesanan makanan dari masyarakat.
Hal ini kemungkinan bisa jadi masyarakat masih ada yang belum memiliki aplikasi Gojek atau Grab dalam memanfaatkan layanan pemesanan makanan, karena rata-rata orang yang minta dipesankan makanan hanya pelanggan saja kalau orang lain jarang.
“Untuk layanan penumpang memang cukup meningkat, tapi untuk layanan pemesanan makanan belum meningkat signifikan, padahal kalau aturan hanya bisa pesan take away seharusnya kalau masyarakat ingin beli di restoran atau kafe bisa manfaatkan aplikasi pemesanan di Grab dan Gojek tapi sejauh ini belum meningkat sekali, apakah memang masyarakat tidak mau beli secara take away atau bisa jadi masyarakat di HPnya tidak mau download aplikasi Gojek atau Grab ,”jelasnya.(dil/ary)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: