Pandemi Covid-19, Banyak Orang Terjerumus Narkotika

By

Petugas BNN Kabupaten Jayapura ketika melakukan pembinaan terhadap warga yang kecanduan narkoba di Kabupaten Jayapura. Gambar ini diambil pertengan November lalu.(FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura, Ariyanto, SPd mengatakan, dari tahun ke tahun jumlah masyarakat di Kabupaten Jayapura yang kecanduan Narkotika cukup tinggi. Bahkan menurutnya, pandemi Covid-19 yang sudah merebak sejak Maret 2020 hingga saat ini telah menjadi salah satu pemicu untuk orang menggunakan barang haram itu.

   “Dari tahun ke tahun memang sangat banyak orang yang terjerumus dalam Narkotika ini. Tapi kita tetap upayakan untuk menangani warga yang kecanduan ini. Tapi tahun ini memang ini juga diperburuk karena Covid-19” ungkapnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (2/12).

   Kata dia, salah satu alasan terbesar yang menjadi pemicu orang beramai-ramai mengkonsumsi atau terlibat bisnis Narkotika ini karena dipicu stres dan juga tuntutan ekonomi. “Jadi selama pandemi Covid-19 ini, tetap kita upayakan untuk penanganan. Memang jumlah kasus juga cukup banyak. Ini karena banyak orang stres, terhimpit ekonomi. Sehingga mereka mencari jalan yang dianggap bisa memberikan solusi atas masalah yang dialami,” imbuhnya.

   Meski tidak disebutkan secara angka berapa jumlah pastinya warga Kabupaten Jayapura yang terjerumus dalam dunia Narkotika ini, namun dia menjelaskan, bahwa para pecandu ini   bisa ditangani langsung ke BNN.

   “Kalau jumlah pecandu narkotika ini masih sama seperti tahun tahun sebelumnya,” ungkapnya. Lanjut dia, untuk penanganan bagi para pecandu ini, bisa mendapatkan layanan rawat jalan. Kemudian bagi pecandu yang merupakan  hasil tangkapan dari pihak kepolisian dan BNN itu semua diasesment dulu.

   Dari asesment itu baru bisa dilihat seperti apa proses hukum berlanjut. Biasanya yang berlanjut itu, kalau barang bukti yang diamankan  dalam jumlah yang banyak dan ada indikasi juga sebagai pengedar. “Pasti dia diproses hukum. Kemudian apabila hasil pemeriksaan hasilnya positif, yang bersangkutan akan direhabilitasi  di Lapas atau BNN, tergantung putusan pengadilan,” tandasnya.(roy/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: