Panitia KMAN Segera Pertanggungjawabkan Penggunaan Dana

By

Timothius Demetouw (FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Ketua panitia lokal Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN)  VI, Timothius Demetouw mengatakan, pihaknya akan mempertanggungjawaban penggunaan dana untuk kegiatan KMAN VI di Kabupaten Jayapura.

 “Proses pertanggungjawaban kita mau lebih cepat, sebelum Pak Bupati Mathius menyelesaikan tugas sebagai bupati,” kata Timothius Demetouw, Selasa (16/11).

 Pihaknya terus mendorong beberapa pihak terkait yang telah mengelola anggaran untuk segera mempertanyakan penggunaan dana,  termasuk mempersiapkan laporan,  mana yang masih menyisakan hutang dan mana yang sudah diselesaikan.  Semua itu harus dilaporkan karena ketika ada yang mungkin menjadi hutang, tetap menjadi tanggung jawab panitia. 

 ”Misalnya upaya apa yang kita lakukan pada saat hutang itu masih ada. Sehingga tidak menjadi beban ketika nanti Bupati Mathius meninggalkan jabatannya sebagai Bupati Jayapura,”ujarnya. 

 Terkait dengan anggaran yang dimanfaatkan untuk kegiatan KMAN,  Pemerintah Kabupaten Jayapura telah mengalokasikan dana melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Adat Kampung senilai Rp 15 miliar .  Di mana dana itu dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan yang berkaitan dengan hari ulang tahun kebangkitan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura,  bersamaan dengan pelaksanaan KMAN ke-6 dan Festival Danau Sentani (FDS).

 Sehubungan dengan itu, sebelumnya sudah ada komunikasi dan kesepakatan antara pemerintah Kabupaten Jayapura dan pemerintah daerah yang ada di wilayah Tanah Tabi, sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan KMAN. 

“Namun dalam perjalanan terjadi pergantian pejabat bupati atau wali kota  yang akhirnya tidak ditindaklanjuti apa yang menjadi kesepakatan itu. Sehingga dengan melihat kondisi dana yang ada,  Bupati Jayapura dan beberapa pejabat di kabupaten melakukan koordinasi dengan kantor staf kepresidenan untuk berkoordinasi dengan seluruh kementerian lembaga terkait,  supaya mereka bisa memberikan dukungan.  Tetapi dengan melihat kondisi waktu yang terbatas di bulan Oktober,  sampai Desember itu pun mereka tidak bisa anggarkan dana,  kecuali masuk di rencana mereka tahun depan,”ungkapnya.

Dengan kondisi seperti itu kemudian Bupati Jayapura mengambil langkah menggunakan dana dari APBD Kabupaten Jayapura.  (roy/ary)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: