Pansus Desak Masalah Hak Ulayat Segera Dibereskan

By

PON Papua 2021

JAYAPURA – Pelaksanaan PON XX 2021 tinggal menyisakan 46 hari lagi. Tentu waktu yang tidak lama lagi. Namun persoalan palang memalang di area venue masih banyak ditemui. Bahkan beberapa aktivitas pembangunan venue harus ‘mati suri’ akibat pemalangan dari pihak yang mengatasnamakan pemilik hak ulayat.

Pansus PON XX Papua pun saat melakukan monitoring di dua kluster Kota dan Kabupaten Jayapura menemui beberapa persoalan tersebut. Seperti jalan masuk venue Kriket di Doyo Baru yang masih dipalang oleh masyarakat setempat, kawasan Sport Center Kampung Harapan dan Arena Dayung.

“Ada beberapa masalah yang kami temukan, di Criket itu ada terjadi pemalangan masyarakat adat dan kami berharap dari dinas terkait dan pemerintah provinsi bisa komunikasi sehingga hal itu jangan jadi kendala, karena saat ini kita diminta bergerak cepat karena kita sedang dikejar waktu,” ungkap Ketua Pansus PON XX Papua, Jack Komboy kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (14/8).

Sama halnya soal tuntutan hak ulayat di venue Dayung, legenda hidup Persipura Jayapura itu juga berharap ada solusi terbaik dari pemerintah provinsi Papua.

“Di venue Dayung itu ada hal yang segera direspon dengan cepat, dan saya juga dengar bahwa di provinsi sudah bentuk tim ini, dan saya harap mereka harus bergerak cepat sehingga proses ini harus selesai. Dan kami juga berterima kasih masyarakat adat masih memberikan ruang untuk proses pekerjaan tetap berjalan, jadi kalau sudah diberikan kesempatan ya pemerintah Papua juga harus bergerak cepat juga,” ujar Jack Komboy.

“Dan saya juga berharap dari dukungan masyarakat sehingga bisa mendukung proses ini, karena kita sedang dikejar waktu sehingga proses ini bisa dikerjakan dengan selesai,” pungkas Jack Komboy.

Diketahui, sejak 13-14 Agustus lalu, tim Pansus PON XX Papua bersama Disorda Papua, Dinas PUPR dan Bappeda Papua melakukan monitoring kepada seluruh venue yang ada di kluster Kota dan Kabupaten Jayapura.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Papua, Yohanes Walilo mengatakan, bahwa soal tuntutan hak ulayat mereka akan duduk bersama dengan pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 

“Kita harus bahas dulu, karena ini ada hubungan hukum dan menyangkut pembiayaan kami perlu duduk bersama, kalau persoalannya sudah deal kami selesaikan,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: