Papua Masuk PPKM Level 4, 3 dan 2

By

Bandara dan Pelabuhan Diperketat

JAYAPURA-Setelah mendapat instruksi dari pemerintah pusat terkait Level PPKM yang dijalankan untuk Papua, Gubernur Papua Lukas Enembe, telah menandatangi surat edaran PPKM untuk Provinsi Papua, yang mana Papua dikenakan Level 4, Level 3 dan Level 2.

Juru Bicara Gubernur Papua, Muhammad Rifai Darus menjelaskan dalam surat edaran tersebut secara garis besar disampaikan bahwa Papua melaksanakan PPKM Level 4, Level 3 dan Level 2.

“Secara khusus Level 4 mengikuti instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 28 Tahun 2021. Ada 3 daerah yang masuk dalam pengawasan PPKM Level 4 yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kab.Mimika,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (3/8) malam.

Sementara itu, ada sembilan kabupaten lainnya masuk dalam kategori Level 3, sementara untuk Level 2 ada 18 kabupaten.

“Gubernur Papua Lukas Enembe sangat fokus dalam menginstruksikan kepada Tim Satgas bahwa keselamatan masyarakat Papua adalah hal yang utama di atas segala-galanya,” tuturnya.

Gubernur Papua menurut Rifai Darus meminta agar Tim Satgas dapat bekerja secara maksimal dalam upaya perketat penanganan, pencegahan dan penekanan angka penularan Covid-19 di Provinsi Papua.

Disamping itu Gubernur Lukas Enembe juga meminta Tim Satgas harus memantau dan monitoring proses vaksinasi bagi masyarakat di Papua khususnya di daerah-daerah atau klaster penyelenggaraan PON. Sebab ini menjadi bagian agar pelaksanaan PON dan Peparnas dapat berjalan dengan baik.

“Selain itu perbatasan antara negara lebih diperketat bahkan ditutup sementara sampai PPKM Level 4 selesai,” pungkasnya. 

Adapun dalam Surat Edaran Gubernur Papua Nomor: 440/8936/SET Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Covid-19 Provinsi Papua, ada beberapa hal yang diatur salah satunya pembatasan dan pengetatan akses masuk orang ke Provinsi Papua baik menggunakan transportasi udara maupun transportasi laut. Pembatasan dan pengetatan ini berlaku dari tanggal 3 hingga 30 Agustus 2021.

Dalam SE Gubernur Papua, ada 7 poin yang diatur terkait pembatasan akses masuk orang ke Provinsi Papua serta intra Papua yang menggunakan transportasi udara. Di antaranya orang yang berkunjung ke wilayah Papua dalam rangka kegiatan kedinasan wajib menunjukan surat keterangan perjalanan dinas dari pejabat tertinggi instansi tempat bekerja sesuai dengan keperluan dan kepentingan perjalanan dinas. Menunjukkan surat/bukti telah melaksanakan vaksin Covid-19 (minimal vaksinasi dosis pertama) dan menyertakan surat hasil pemeriksaan PCR negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan (data lengkap lihat grafis).

Sedangkan untuk akses masuk ke Provinsi Papua  melalui transportasi laut dan ASDP, lebih diperketat lagi dibanding melalui jalur udara. Berdasarkan SE Gubernur Papua, orang yang berkunjung ke wilayah Papua dan Intra Papua untuk sementara tidak diperkenankan. Kecuali untuk keperluan dan kepentingan khusus yaitu logistik dan bahan pokok, bahan bakar, logistik kesehatan dan obat-obatan, tenaga medis, evakuasi pasien dan jenazah, sektor perbankan, emergency keamanan, proyek strategis nasional dan daerah di papua, kegiatan dan logistik PON XX
dan PEPARNAS XVI;

Ketentuan lainnya, orang yang berkunjung ke wilayah Papua dan Intra Papua untuk keperluan dan kepentingan khusus sebagaimana dimaksud di atas, wajib menunjukkan surat/bukti telah melaksanakan vaksin COVID-19 (minimal vaksinasi dosis pertama) dan menyertakan surat hasil pemeriksaan PCR negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 5 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Untuk transportasi darat juga dalam masa PPKM ini juga diatur. Dimana transportasi umum seperti kendaraan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental dapat beroperasi hingga pukul 20.00 WIT dengan pembatasan penumpang 50% dan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat. Sedangkan transportasi umum seperti ojek (konvensional dan online) beroperasi hingga pukul 20.00 WIT dan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat.(ana/ade/nat) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: