Partai Demokrat Ramai-ramai Polisikan Wamendes

By

JAYAPURA – Postingan Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi di media social Facebook pada 24 Juli soal karikatur jari berbuntut panjang. Partai Demokrat yang merasa disinggung langsung bereaksi melaporkan sang wamen. Bahkan disebutkan bahwa ada 34 DPD yang telah membuat laporan polisi di daerah masing – masing. Postingan tersebut berisi gambar karikatur jari yang diujungnya ada boneka jari  dengan berbagai ekspresi. 

 Namun di jari tersebut tertulis Demokrat dengan tulisan “Pakai  tangan adik – adik mahasiswa lagi untuk kepentingan syahwat berkuasanya”. “Kami secara resmi sudah mengajukan pengaduan di tim cyber Polda Papua terkait postingan pak Wamen di media social pada 24 Juli. Kami minta ini ditindaklanjuti,” kata bidan hukum Partai Demokrat Provinsi Papua, Taufik Darus SH didampingi  Sekum DPD Partai Demokrat Papua, Boy Markus Dawir usai melapor, Senin (2/8). Boy Dawir menambahkan bahwa pihaknya memilih membuat laporan di Cyber Polda Papua karena menganggap  apa yang dilakukan wamen adalah fitnah.

 “Dari postingan itu kami merasa dirugikan dan seluruh DPD sudah membuat laporan  ke polda masing – masing. Kami berfikir jika memang ada target  tertentu maka tidak perlu saling serang antar partai cukup menyiapkan pimpinan partai yang akan bertarung  sebagai Capres maupun Cawapres di tahun 2024 nanti,” singgung Boy.  Yang terpenting adalah bagaimana menunjukkan kinerja kepada rakyat agar rakyat percaya siapa yang layak dipilih. “Tidak perlu saling fitnah tapi silahkan jual program ke masyarakat dan tunjukkan program tersebut berhasil,” tambahnya. 

 Disini Boy meminta Polisi juga harus duduk dalam porsinya, jangan berat sebelah. Jangan karena ia pemerintah dan wamendes akhirnya tidak ditindaklanjuti. “Kami percaya untuk ditindaklanjuti makanya kami memanfaatkan semua instrument yang ada,” imbuh Boy. Sebelumnya DPP Partai  Demokrat membuat rilis menyinggung soal postingan ini. 

Di saat situasi negara sedang genting dan darurat covid-19 dengan semakin banyaknya nyawa anak bangsa bergelimpangan karena kehabisan oksigen, kehabisan obat, kehabisan kamar perawatan di rumah sakit, maupun tidak mendapatkan penanganan layak selama isolasi mandiri, seorang Wakil Menteri di Kabinet Presiden Joko Widodo malah sibuk menebar fitnah kepada kami. Seharusnya sebagai salah satu pejabat penting di kabinet, Budi Arie Setiadi bisa memfokuskan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk membantu memastikan penanganan covid-19 di Desa, Daerah Tertinggal, dan daerah Transmigrasi, bisa berjalan dengan lebih baik.

 Seperti disampaikan Mahendra Putra, Kepala Badan Komunikasi Stragetis Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat bahwa lebih baik tenaga, pikiran, dan waktu Wamendes Budi Arie Setiadi digunakan untuk menyelesaikan masalah pencairan dana desa yang masih sangat rendah. Padahal, setiap daerah di pelosok Indonesia, termasuk Desa, sangat membutuhkan dukungan dana dalam menangani pandemi covid-19 ini dan bukan justru menyibukkan diri dengan postingan. 

 “Kalau pola pikir seperti ini yang mendarah daging dipara pendukung pemerintah, pantas saja jika nyawa rakyat tidak menjadi prioritas, karena pemerintah bisa hilang fokus, dan terkesan sibuk mengalihkan persoalan dan mencari kambing hitam. Partai Demokrat sendiri saat ini sedang fokus membantu rakyat yang sedang kesulitan karena pandemi covid-19 dan belum terjangkau bantuan pemerintah. Bagaimana agar yang positif covid-19, bisa dibantu penyediaan oksigen, obat-obatan, maupun pengantaran ke rumah sakit menggunakan ambulan yang dimiliki oleh kader Partai Demokrat. Bagaimana agar yang isolasi mandiri, bisa mendapatkan bantuan obat dan kebutuhan harian secukupnya. Sangat disayangkan di tengah keseriusan kader-kader kami di seluruh Indonesia membantu rakyat, malah hoax dan fitnah yang kemudian ditebar oleh pemerintah dan pendukungnya,” imbuh Mahendra. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: