Beranda UTAMA PAPUA Pasar Lama Sentani Akan Diisolasi

Pasar Lama Sentani Akan Diisolasi

0
Pemkab Jayapura akan mengisolasi kompleks Pasar Lama Sentani untuk mencegah penyebaran virus Corona. Tampak aktifitas masyarakat di jalan di Komplek Pasar Lama Sentani, Rabu (1/4), lalu. (FOTO: Robert Mboik/Cepos)

Kasus Positif Covid-19 di Papua Terus Bertambah
SENTANI-Guna membatasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Jayapura, Pemkab Jayapura melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan menerapkan pembatasan berskala kecil atau PSBK di komplek Pasar Lama Sentani. 

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura yang juga Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan, PSBK yang akan diterapkan di Pasar Lama untuk mengurangi ruang gerak sejumlah orang yang sudah masuk dalam ODP dan PDP Covid-19 di daerah itu.

“Kita akan menerapkan pembatasan yang lebih luas di Pasar Lama. Hal ini untuk melokalisir penyebaran Covid-19,” jelas Mathius Awoitauw dalam rilisnya di media Center Covid-19 Kabupaten Jayapura, Selasa (15/4).

Dikatakan, pemerintah daerah memastikan dalam jangka waktu  tertentu, aktivitas masyarakat di wilayah kompleks Pasar Lama yang terdiri dari dua kelurahan akan diisolasi secara mandiri selama 14 hari. Isolasi ini dibawah pengawasan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Jayapura. “Tidak ada aktivitas, semua masyarakat di situ wajib diisolasi mandiri,” tegasnya.
Sementara itu, kepala Distrik Sentani, Erol Daisiu mengatakan, kompleks Pasar Lama saat ini sudah masuk dalam kategori daerah merah akibat adanya indikasi penyebaran Covid-19 yang tidak terdeteksi di tengah masyarakat di wilayah itu.
“Mereka yang pulang kegiatan dari Gowa itu terbanyak di situ. Kemarin ada PDP yang meninggal dan orang tuanya juga sedang dirawat,” katanya.
Selain itu, sejumlah warga dan kerabat dari  PDP yang meninggal itu menurutnya sudah melakukan   kontak erat dan semua warga yang melakukan kontak erat itu saat ini sedang sakit.

“Kami ada terima laporan dari RT setempat bahwa mereka yang melakukan kontak dengan PDP yang meninggal itu sudah sakit. Kan ada yang memandikan, ada yang mengantar ke tempat pemakaman. Makanya kami minta tim gugus tugas segera lakukan pemeriksaan mendalam dan menyeluruh warga Pasar Lama,” tambahnya. 

Sementara itu, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jayapura yang sehari sebelumnya berjumlah 11 kasus, Rabu (15/4) kemarin bertambah menjadi 14 kasus. Penambahan ini berasal dari tiga  warga positif Corona di Jalan Pasar Lama Sentani.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura, Khairul Lie mengatakan, tiga pasien positif Covid  19 yang baru ini berasal dari wilayah yang sama dan sudah melakukan kontak erat sebelumnya, termasuk dengan PDP yang sudah meninggal dunia beberapa waktu lalu.
“Ada tiga pasien baru positif Covid 19, yakni Y47 pria 58 tahun, Y48 perempuan usia 26 tahun dan Y49 perempuan usia 47 tahun. Mereka berasal dari lingkungan dan alamat yang sama yakni di Jalan Mambruk Pasar Lama Sentani,” ungkap Khairul Lie saat dihubungi media ini, Selasa (16/4).

Dia mengatakan, Y47 inilah yang menjadi asal muasal penyebaran Corona di lingkungan keluarganya. Dimana pertama ditularkan ke istri yang masuk daftar PDP kemudian meninggal dunia. Termasuk mertuanya yang saat ini masih dirawat,” jelasnya.

Sehubungan dengan itu pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap riwayat kontak erat di lingkungan itu.  Dikhawatirkan masih ada riwayat kontak erat dengan masyarakat lainnya. Termasuk salah satu sopir angkot rute Waena-Sentani yang sampai saat ini masih melaksanakan aktivitasnya. Padahal sebelumnya dia sudah melakukan kontak erat dengan PDP yang sudah meninggal  dari keluarga tersebut.

“Kami sementara menelusuri dulu yang kontak erat dengan sejumlah orang dilingkungan itu,” tambahnya. 

Sementara untuk Provinsi Papua, Rabu (15/4) terdapat penambahan tujuh positif. Penambahan tersebut terdiri dari dua kasus di Kota Jayapura, dua kasus di Keerom, dan tiga kasus lainnya di Kabupaten Jayapura.

“Kasus positif bertambah tujuh kasus sehingga kini total kasus kumulatif mencapai 75 kasus. Dimana sebanyak 53 pasien sedang dirawat, 15 pasien sembuh, dan tujuh pasien meninggal dunia. Sementara untuk ODP, terdapat 3.432 orang, dan PDP sebanyak 98 orang,” ujar Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K) via video conference, Rabu (15/4) kemarin.

Dikatana, pemetaan kasus positif berdasarkan kabupaten/kota, di mana delapan kabupaten/kota masih menjadi perhatian khusus. Dalam hal ini, Kota Jayapura dengan 25 kasus positif, 17 pasien dirawat, 5 pasien sembuh, dan tiga pasien meninggal.

“Kabupaten Mimika ada 19 kasus positif, 11 pasien dirawat, tiga pasien sembuh, dan tiga pasien meninggal. Untuk Kabupaten Jayapura, terdapat 14 kasus positif, delapan pasien dirawat, empat pasien sembuh, dan satu pasien meninggal,” tambahnya.

Untuk Merauke, terdapat tujuh kasus positif dengan empat pasien di antaranya sedang dirawat, dan tiga pasien telah dinyatakan sembuh. Kabupaten Keerom, terdapat empat kasus positif yang mana keempat pasiennya sedang mendapat perawatan.

“Di Sarmi ada tiga kasus positif, di Mamteng satu kasus positif, dan Jayawijaya dua kasus positif, yang mana semua pasiennya sedang mendapat perawatan dari tenaga medis,” pungkasnya. (roy/gr/nat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here