Pasca Libur Lebaran, Rastra Tahap II Didistribusikan

By
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi saat mengantar beras Rastra ke distrik-distrik beberapa waklu lalu. ( FOTO : Denny/Cepos )

WAMENA-Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jayawijaya, berencana mulai menyalurkan lagi beras sejahtera (Rastra)  untuk jatah dua bulan,  yakni Maret dan April pada tanggal 11 atau 12 Juni kepada masyarakat  yang tersebar di 40 distrik   di Jayawijaya. Seperti yang sudah dilakukan pada awal tahun 2019 lalu, dimana beras tersebut langsung diantar pada masyarakat di distrik dan kampung.

   Kepala Dinas Sosial Jayawijaya Daulat Martuaraja mengatakan pada tahap pertama penyaluran 2019, telah disalurkan untuk dua bulan. Rencana setelah mulai masuk masa libur lebaran ini, maka pihaknya akan kembali menyalurkan lagi beras Rastra ini kepada masyarakat.

  “Untuk tahap ke dua ini, kita rencana salurkan kuota untuk bulan Maret dan April.Rencana setelah lebaran ini kita distribuskan,usai semua masuk kerja seperti biasa”ungkapnya Senin (10/6) kemarin.

  Menurut Daulat, sebenarnya kuota Rastra hingga Mei sudah ada. Namun setelah disalurkan bulan Maret dan April barulah dilakukan penyaluran untuk bulan berikut. Artinya Dinsos habiskan dulu jatah untuk Maret danAapril barulah akan dimasukkan jatah untuk bulan berikutnya agar semua bisa terpenuhi 

  “Akumulasi sama dengan bulan kemarin, satu bulan sekitar 380 ton. Satu kampung tetap 2 ton untuk jatah yang akan dibagikan dalam bulan ini,”jelasnya.

  Kata Daulat, karena masih ada sebagian warga di beberapa distriknya yang belum terdata sebagai penerima rastra, pemerintah memberlakukan pembagian rata rastra untuk 40 distrik tersebut.

  “Memang data dari kementerian masih ada beberapa distrik yang belum kita verifikasi jadi masih penggunaan data yang lama sehingga mereka belum masuk untuk mendapatkan Rastra, namun Pemkab Jayawijaya punya kebijakan agar dibagi rata,” katanya.

   Supaya data warga beberapa distrik itu bisa masuk di kementerian sebagai penerima rastra, maka pihkanya sementara melakukan proses verifikasi dan diharapkan dalam waktu dekat semuanya sudah terdata.  Dan setelah dilakukan pendampingan atau pelatihan bagi beberapa petugas di tingkat distrik untuk menginput data warga yang belum masuk data Kementerian Sosial

  “Data itu (yang sedang diinput) kalau umpamanya selesai pada tahun ini, baru nanti berubah (ditambahkan sebagai penerima rastra) di 2021, karena 2020 tidak bisa kita kejar lagi,” bebernya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: