Pasca PON Perlu Lembaga Pendidikan Keolahragaan

By

JAYAPURA – Wakil Wali Kota Jayapura, Ir H Rustan Saru MM menyampaikan bahwa pasca PON ada banyak venue yang dibangun dan sepatutnya dikelola secara professional. Papua ataupun Kota Jayapura membutuhkan event olahraga yang dilakukan secara rutin untuk memaksimalkan fasilitas  yang sudah dibangun  dengan  mewah dan berstandar nasional ini. Iapun berpendapat bahwa  perlu dibangun sebuah lembaga pendidikan keolahragaan yang sifatnya menjadi laboratorium dan pengembangan bakat yang dimiliki anak – anak muda Papua. 

 Di wilayah Kota Jayapura sendiri  terdapat 16 venue dengan 22 disiplin olahraga dan Rustan berharap pasca PON ini ada pengelolaan venue yang dilakukan dengan rutin. Pengelolaan tidak hanya soal maintenance tetapi juga event.  Pasalnya jika tak segera dikelola maka sangat berpotensi menjadi rusak. “Kami menunggu petunjuk dari pemerintah provinsi atau KONI seperti apa sebab memang perlu keputusan dari KONI soal status venue apakah dihibahkan ke masing – masing kabupaten dan kota atau mau dikelola sendiri. Ini nantinya berkaitan dengan perawatan termasuk persoalan lokasi jika itu belum diselesaikan oleh pemerintah,” kata Rustan kepada Cenderawasih Pos, Rabu (20/10).

 Venue yang tersebar di Kota Jayapura yakni venue Sepatu Roda di Buper, Base Ball, Soft Ball, Sepakbola di Uncen Waena, Paralayang di Kampung Buton, Sepak Takraw di Lapangan Trikora, Angkat Berat dan Angkat Besi di Uncen Abepura, Bulu Tangkis di GOR Waringin, Tinju di GOR Cenderawasih, Karate di Penerbangan, Kayu Batu, Perahu Layar di Angkatan Laut, Cabor Dayung di Teluk Yotefa, Selam di Pantai Dok II, Bola Voley Indoor Outdoor di Koya Koso dan Tenis Lapangan di Entrop (Kantor Wali Kota). “Bagi kami yang penting ke depan ini dimanfaatkan dan jangan sampai dibiarkan menganggur, terbengkalai  kemudian rusak,” tambahnya. 

 Lalu yang kedua paling tidak di Papua atau Jayapura ada sekolah olahraga yang bisa membina atlet kemudian ada proses riset yang dilakukan sehingga sekolah ini bisa mengakomodir banyak anak – anak muda yang merupakan calon atlet dan disitulah dijadikan laboratorium untuk melahirkan atlet berprestasi dan bisa menjadi tolok ukur kemampuan atlet. “Selain itu di Papua atau Jayapura perlu digencarkan event – event olahraga skala nasional apakah setiap tiga bulan atau tiga bulan sehingga venue – venue ini benar-benar bisa memberi manfaat sesuai harapannya ketika dilakukan pembangunan,” tutup Rustan Saru. (ade/wen) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: